Berita

Aliansi Remaja Garut Siapkan Molotov untuk Penyerangan, 21 Orang Digulung Polisi

×

Aliansi Remaja Garut Siapkan Molotov untuk Penyerangan, 21 Orang Digulung Polisi

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 21 remaja di Garut yang diduga akan melakukan penyerangan digulung polisi.

GOSIPGARUT.ID — Tim Patroli Satuan Samapta Polres Garut menggagalkan rencana penyerangan antarkelompok di kawasan Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Yogya Garut, Sabtu dini hari, 7 November 2026. Sebanyak 21 pemuda yang didominasi anak di bawah umur digulung polisi bersama barang bukti senjata tajam hingga molotov.

​Operasi tangkap tangan sekitar pukul 03.20 WIB tersebut bermula dari aduan warga yang curiga terhadap kerumunan massa remaja di lokasi. Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat bersenjata lengkap langsung mengepung dan menyisir area perhimpunan.

​Dari pemeriksaan awal, puluhan remaja tersebut rupanya leburan dari tiga kelompok berbeda—yakni Senju, PMGI, dan Warmih. Aliansi lintas geng ini disinyalir tengah mematangkan strategi untuk menggempur kelompok rival dalam waktu singkat.

Baca Juga:   Polres Garut Ringkus 20 Orang di Limbangan karena Terlibat Peredaran Barang Memabukkan

​“Seluruh pemuda beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Garut untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” kata Kepala Satuan Samapta Polres Garut, Iptu Ana Gumilang.

​Selain mencokok 21 terduga pelaku, petugas menyita barisan barang bukti mematikan. Di antaranya tiga bilah senjata tajam—terdiri dari golok panjang, celurit, dan samurai—serta dua botol berisi bahan bakar yang dirancang sebagai bom molotov.

Baca Juga:   Puluhan Santri dan Guru di Garut Diduga Keracunan Usai Santap Makanan MBG, Korban Terus Bertambah

​Polisi juga mengamankan 12 unit sepeda motor yang digunakan kelompok tersebut, berdampingan dengan 12 botol minuman keras yang mencakup tujuh botol merek Intisari dan lima botol ciu.

​Temuan rakitan molotov dan senjata tajam berukuran besar mempertegas indikasi pergeseran pola kenakalan remaja Garut menuju aksi kriminalitas jalanan yang terorganisasi. Penyergapan ini diklaim sebagai tindakan penangkalan dini sebelum pecah bentrokan berdarah di tengah kota.

​Kepolisian mengapresiasi partisipasi warga yang sigap mengontak aparat saat melihat potensi ancaman keamanan. Warga yang mengendus aktivitas mencurigakan diimbau memanfaatkan saluran bebas pulsa Call Center 110 yang siaga 24 jam.

Baca Juga:   BPK Masih Temukan Sejumlah Catatan di Garut, Pemkab Klaim 82,9 Persen Rekomendasi Sudah Ditindaklanjuti

​Mengingat dominasi anak di bawah umur dalam kasus ini, Polres Garut mendesak para orang tua untuk memperketat kontrol dan pengawasan aktivitas anak, terutama pada jam-jam krusial malam hingga menjelang subuh, demi mencegah mereka terjebak dalam lingkaran kekerasan kelompok. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *