Jawa Barat

Sewa Helikopter Rp600 Juta untuk Operasional, Begini Kata Wagub Jabar

×

Sewa Helikopter Rp600 Juta untuk Operasional, Begini Kata Wagub Jabar

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubenur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, saat mampir di Kantor Kecamatan Cisewu untuk mengetahui kondisi terkini bencana tebing longsor di Kampung Cigentur. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum buka suara terkait anggaran total Rp600 juta untuk sewa helikopter untuk operasionalnya. Menurutnya, menggunakan layanan transportasi udara itu untuk memudahkan menjangkau masyarakat.

“Khusus masalah helikopter yang dianggarkan untuk operasional saya dengan sistem sewa ini yang pertama, kami sudah berpikir tentang efisiensi karena helikopter ini butuh, karena memang wilayah Jabar itu luas,” ucap Uu dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

“Ada 27 kota/kabupaten, 5.312 desa dan ribuan kelurahan. Ini memerlukan kecepatan dan ketepatan di saat kita harus datang ke daerah karena ada beberapa daerah yang belum terkonektivitas dengan baik atau ada (lokasi) bencana yang datang ke wilayah tersebut dan yang lainnya,” kata dia melanjutkan.

Baca Juga:   Jabar Gelar Tahap Pemaparan Anugerah Gapura Sri Baduga 2025, Integrasikan 270 Indikator Penilaian Desa dan Kelurahan

Seperti diketahui anggaran Rp600 juta itu dibagi ke dalam delapan paket. Setiap paket dianggarkan untuk satu bulan dengan nilai pagu anggaran Rp75 juta, sehingga metode belanja pun dengan pengadaan langsung. Paket tersebut dimulai dari Februari hingga September 2021.

Uu mengatakan anggaran yang dialokasikan masih tersimpan dan berbentuk dana cadangan, sehingga hanya dikeluarkan saat harus menyewa helikopter. “Kalau tidak dipakai nanti jadi silpa, nanti dipakai pada perubahan yang akan datang atau penyusunan anggaran yang akan datang, ini bisa di-refocusing untuk kebutuhan yang lain,” tuturnya.

Baca Juga:   Seluruh RT Dilockdown, Pemprov Jabar Butuh Dana Rp900 Miliar

Menurut Uu, menyewa jauh lebih murah dibandingkan harus membeli helikopter yang harganya bisa mencapai Rp80 miliar. Harga tersebut belum termasuk membeli peralatan tambahan, biaya gaji pilot, sewa garasi, dan yang lainnya.

“Maka ini lebih efisien dibandingkan dengan memiliki helikopter ini. Kalau ada masyarakat yang berkomentar, kita meminta maaf kepada masyarakat dan ini akan menjadi koreksi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Dilihat dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP) pada Senin (2/8/2021) pukul 12.00 WIB, ada 10 paket yang muncul bila dimasukkan kata ‘sewa helikopter’ dalam kotak pencarian.

Baca Juga:   Dedi Mulyadi Ajak Warga Hadiri Upacara Harkitnas di Gasibu, 273 Anak Pendidikan Berkarakter Akan Tampil

Delapan dari 10 paket yang muncul di antaranya adalah paket Sewa Helikopter Mobilitas Wakil Gubernur mulai dari Paket 1 hingga 8 dengan metode pengadaan langsung, yang dimulai dari bulan Februari hingga September.

Dalam tabel tersebut, tertera rencana pengadaan itu dilakukan Pemprov Jabar di bawah satuan kerja Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jawa Barat, dengan lokasi rencana pengadaan paket di Kota Bandung, Jawa Barat. Situs tersebut bisa diakses oleh publik dengan mengakses laman https://sirup.lkpp.go.id/. (dtc)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *