Berita

Sejak Corona, Harga Bawang Putih dan Bombai Impor Turun di Pasar Garut

×

Sejak Corona, Harga Bawang Putih dan Bombai Impor Turun di Pasar Garut

Sebarkan artikel ini
Bawang putih yang harganya turun sejak munculnya wabah corona. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Harga bawang impor seperti bawang putih dan bombai yang dijual di Pasar Induk Ciawitali, Kabupaten Garut, turun sejak muncul wabah Covid-19 di Garut.

“Sekarang harga bawang putih dan bombai sedang turun,” kata Tatang penjual sayuran di Pasar Induk Ciawitali, Jumat (10/4/2020).

Ia menuturkan, sebagian besar bawang putih yang dijual di Pasar Induk Guntur didatangkan dari Cina dengan harga jual turun dari Rp32 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.

Baca Juga:   Beradaptasi atau Tertinggal: MAXY Academy dan TBN Indonesia Latih Kepemimpinan Berbasis AI

Selain bawang putih, kata Tatang, jenis bawang impor lainnya seperti bawang bombai yang biasa didatangkan dari India dengan harga jual turun dari kisaran Rp90 sampai Rp100 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

“Bawang putih lagi turun pasokannya, harganya juga turun, bawang bombai juga sama merosot, harga turun karena enggak ada pembelinya,” ujar dia.

Penjual bawang lainnya, Undang menyatakan sama, pasokan bawang putih maupun bawang bombai saat ini berkurang, bahkan harga jual juga sedang turun sejak munculnya wabah Covid-19.

Baca Juga:   Duda di Perbatasan Garut - Cianjur Ini Kegirangan Saat Dapat Bantuan Perbaikan Rumah dari Bupati Rudy Gunawan

Selain harga turun, kata dia, pembeli juga menurun, padahal dua jenis bawang itu selalu ramai pembelinya untuk kebutuhan memasak, apalagi saat musim pernikahan dan menjelang Bulan Puasa.

“Dulu biasa kirim dua sampai tiga mobil, setiap mobil membawa 7 ton bawang, sekarang hanya satu mobil, itu pun sudah seminggu ini belum habis, masih menumpuk,” kata Undang.

Baca Juga:   Corona Datang, Pedagang di Pasar Induk Garut Keluhkan Sepi Pembeli

Sementara itu  jenis bawang merah yang didatangkan dari petani lokal Garut, kata dia, harganya sedang naik dari Rp20 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram.

“Bawang merah lokal sedang naik, tapi barangnya sedikit karena belum musim panen,” kata Undang. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *