GOSIPGARUT.ID — Mewabahnya virus corona jenis baru (Covid-19) di Indonesia tak selamanya membawa pengaruh negatif. Di Kabupaten Garut misalnya, dampak positif dari pandemi virus corona justru dirasakan sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga mengklaim, sejak ramainya virus corona industri pertanian di daerah yang disebut “Swiss van Java” itu mengalami peningkatan. Sebab, daerah lain yang biasanya mengimpor sayur dari luar negeri beralih mengambil dari dalam negeri.
“Sebenarnya dengan ada wabah ini (corona), pertanian kita diuntungkan. Karena beberapa provinsi yang tadinya impor dari China, sekarang permintaan ke kita,” kata dia, Senin (16/3/2020).
Beni mencontohkan, Batam yang biasanya mengimpor beberapa jenis sayuran dari China, saat ini meminta ke Kabupaten Garut. Menurut dia, peningkatan permintaan datang dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.
“Peningkatan permintaan itu terjadi sejak dua pekan ke belakang, terutama dari Batam. Jadi ada peluang pasar yang lebih terbuka,” sebut Beni.
Sementara itu, ihwal ketersediaan stok untuk wilayah Kabupaten Garut masih dinilai aman. Menurutnya, stok beras, sayur, dan buah, untuk kebutuhan lokal, sampai menjelang Lebaran masih akan mencukupi.
“Namun keran impor akan tetap dibuka, khususnya bawang putih. Sebab, produksi bawang putih di dalam negeri belum sesuai ekspetasi. Itu (impor) mungkin akan sedikit terganggu karena aturan lebih ketat. Tapi insyaallah masih aman,” kata Beni. (AB)



.png)











