Jawa Barat

Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Jangan Panik Beli Masker dan Sembako

×

Ridwan Kamil Imbau Warga Jabar Jangan Panik Beli Masker dan Sembako

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Ridwan Kamil sedang memberikan keterangan pers, Senin (2/3/2020). (Foto: Humas Pemprov Jabar)

GOSIPGARUT.ID — Setelah dua warga Depok dinyatakan positif COVID-19, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau kepada seluruh warga Jabar untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

“Ada beberapa imbauan kepada masyarakat. Pertama, jaga kesehatan, makin fit, makin bugar, makin mudah virus itu dilawan,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– di Kota Depok, Senin (2/3/2020).

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik membeli masker. Merujuk pada pernyataan Menteri Kesehatan RI, masker hanya untuk orang yang sedang sakit.

Baca Juga:   Tepati Janji, di Tahun 2019 Kang Emil Akan "Ngabret" Bangun Jabar

“Jangan sampai orang sakit butuh, ternyata habis dibeli oleh orang-orang sehat yang tidak memerlukan masker. Saya imbau warga Depok untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada yang membutuhkan,” ucap Emil.

Supaya stok masker di layanan-layanan kesehatan di Kota Depok aman, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyalurkan 10 ribu masker kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Baca Juga:   Sekda Deni Suherlan, Garut Belajar Raih Penghargaan dari Kota Magelang

“Karena itulah kami tadi membawa 10 ribu masker, kami titipkan ke Pak Wali Kota untuk disimpan di titik-titik layanan kesehatan,” katanya.

Emil menyatakan, pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum yang memanfaatkan isu COVID-19 dengan menimbun masker dan menjualnya dengan harga tinggi.

“Saya sampaikan kalau ada penimbunan-penimbunan yang profit motifnya itu tolong ditindak,” ucapnya.

Emil juga mengimbau warga Jabar untuk tidak panik dalam membeli sembako. Sebab, suplai dan permintaan sembako di Jabar masih normal.

Baca Juga:   Survei SMRC: Ridwan Kamil Peroleh Elektabilitas Tertinggi untuk Calon Gubernur Jabar

“Imbauan terakhir jangan panik juga membeli sembako yang tidak perlu. Suplai dan demand sembako kita normal-normal saja. Jangan sampai diberitakan oleh berita-berita yang buat panic buying,” katanya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *