Jawa Barat

Moratorium Pemekeran Daerah Segera Cabut, Ambil Contoh Keberhasilan Banjar dan Pangandaran

×

Moratorium Pemekeran Daerah Segera Cabut, Ambil Contoh Keberhasilan Banjar dan Pangandaran

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Pemekaran daerah.

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, beberapa kali meminta pemerintah pusat melonggarkan kebijakan moratorium pemekaran. Menurut dia, kegagalan pemekaran di wilayah lain tak sepatutnya ikut dibebankan ke daerah yang sejatinya membutuhkan terobosan tersebut.

“Moratorium pemekaran itu karena di luar Jawa banyak yang gagal, tapi sebaiknya jangan disamaratakan. Otda di Jabar harus dijadikan contoh keberhasilan. Kota Banjar dan Pangandaran merupakan daerah baru paling berhasil, beberapa indikator malah menyusul induknya, Ciamis,” kata dia belum lama ini.

Menurut Emil — sapaan akrab Ridwan Kamil, pemekaran pula yang menyebabkan Jabar kurang bisa melakukan akselerasi termasuk dalam pengoptimalan dana alokasi umum. Mereka kalah dari Jateng dan Jatim karena mempunyai jumlah desa dan kabupaten serta kota yang lebih banyak.

Baca Juga:   Dedi Mulyadi Tokoh Paling Populer di Jawa Barat, Posisi Kedua Ditempati Ridwan Kamil

Padahal, secara komposisi penduduk, Jabar lebih padat. Selisih DAU dengan kedua provinsi tersebut, kata Emil, bisa mencapai Rp15 triliun. Selisih itu memungkinkan terjadi karena Jateng dan Jatim mempunyai sebaran wilayah yang sudah terbagi lebih banyak baik kabupaten maupun kota.

“Di Jabar, duit Rp1 miliar untuk desa bisa habis hanya untuk mengaspal jalan. Di Jateng, dana sebesar itu cakupannya bisa lebih luas terutama untuk pemberdayaan ekonomi warganya sehingga kualitas desanya lebih tinggi,” jelasnya.

Baca Juga:   Ridwan Kamil Pastikan Pelaksanaan PPDB 2022 di Jabar Berlangsung Adil dan Transparan

Bagi Emil, kondisi tersebut harus diperbaiki. Untuk itu, pihaknya akan mendorong pemerintah pusat untuk mencabut moratorium pemekaran wilayah. Jabar sendiri mempunyai rencana untuk melakukannya di tiga kabupaten yakni Garut, Bogor, dan Sukabumi.

Mengingat awal mula kebijakan pemekaran, Emil secara implisit menyebutnya sebagai sebuah ironi. “Karenanya, pemekaran wilayah harus jadi wacana, (bukan apa-apa) promotor Otda itu Jabar tapi yang memanen itu Jateng dan Jatim, kalau diistilahkan dalam permainan bola voli, kita sebatas mengumpan saja sebagai tosser tapi yang melakukan smash orang lain,” katanya. (SM)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *