Kesehatan

Dokter Cantik Asal Sumatera Barat Ini Pilih Tugas di Cisewu Karena Terpencil

×

Dokter Cantik Asal Sumatera Barat Ini Pilih Tugas di Cisewu Karena Terpencil

Sebarkan artikel ini
dr. Nola Soendang Dewi. (Foto: Ade CS Kartos/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Puskesmas Cisewu, Kabupaten Garut, mendapat tenaga medis baru. Adalah dokter muda dan cantik yang ditugaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui program Nusantara Sehat ini bernama dr. Nola Soendang Dewi. Ditugaskan di Puskesmas yang notabene terpencil di Jawa Barat itu, mulai November 2019. Namun, meskipun baru hitungan bulan, ia mengaku sudah betah bertugas di Puskesmas Cisewu.

Nola mengungkapkan, dirinya merasa nyaman bertugas di Puskesmas yang menjadi pilihannya itu. Ia pun telah menemukan keluarga barunya di sini dan jiwanya seolah langsung menyatu dengan masyarakat Cisewu. Padahal Nola datang dari daerah seberang lautan, yakni Batusangkar, Sumatera Barat. Keinginannya untuk bertugas di daerah terpencil di Jawa Baratlah yang kemudian ia siap bertugas di daerah yang jaraknya ratusan mil dari kampung halamannya.

“Alhamdulillah di sini (Cisewu) saya disambut cukup baik dan dipertemukan dengan rekan-rekan kerja yang sangat ramah, profesional di bidangnya, dan kooperatif. Saya merasa nyaman dan menemukan keluarga baru di sini,” ujar Nola, saat bersua di ruang kerjanya, Senin (3/2/2020).

Baca Juga:   Setelah 77 Orang, Hari Ini 37 Warga Cisewu Kembali Jalani Tes Swab

Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) ini, memang merupakan kehendaknya untuk mengabdikan diri dan menyumbangkan kemampuannya di bidang kesehatan di daerah terpercil. Selain di Pulau Sumatera, daerah terpencil yang menjadi kriterianya adalah di Jawa Barat. “Karena kalau memilih Jawa Tengah atau Jawa Timur, kebetulan orangtua pun tidak mengizinkan,” kata dia.

Kebetulan juga, sambung Nola, ketika Kemenkes dalam program Nusantara Sehat menawarkan pilihan penempatan untuk profesi dokter umum hanya terdapat dua Puskesmas dengan kriteria terpencil di Jawa Barat, tepatnya di Kabupaten Garut, yaitu Cisewu dan Maroko (Kecamatan Peundeuy), maka dia memilih Cisewu.

“Sebenarnya ada tiga orang dokter umum yang memilih Cisewu. Namun alhamdulillah saya yang dipilih oleh Kemenkes. Sedangkan alasan saya memilih Cisewu dibanding Maroko, karena di Puskesmas ini statusnya rawat inap. Tentu kasusnya lebih beragam jika dibandingkan dengan Puskesmas Maroko yang statusnya rawat jalan. Di Puskesmas Cisewu, tentu saya akan mendapatkan lebih banyak pengalaman,” ujar gadis kelahiran 14 Desember 1992 ini.

Baca Juga:   Pasien BPJS di Puskesmas Cisewu Garut Mengaku Diminta Bayar Rp30.000 untuk Cek Kolesterol

Nola mengatakan, teman-teman kerjanya di Puskesmas Cisewu sungguh sangat baik. Ia sangat bersyukur karena tidak salah memilih daerah penempatan. “Salah satu kebaikan teman-teman di sini contohnya tidak pernah bosan mengajari saya Bahasa Sunda karena saya harus segera adaptasi dan berkomunikasi lancar dengan pasien,” paparnya.

dr. Nola Soendang Dewi. (Foto: Ade CS Kartos/GosipGarut)

Selama tiga bulan bertugas di Cisewu, Nola mengaku sudah mengalami beberapa peristiwa mengesankan. Salah satunya ikut pusling ke Desa Girimukti. “Selama hidup saya, rasanya itu jalan terjelek yang pernah saya lewati. Dan besok jadwal pusling ke Desa Karangsewu, yang katanya jalannya lebih parah lagi. Namun tentunya saya siap turun, karena inilah hal indah yang akan saya kenang nanti dan ceritakan ketika selesai melaksanakan tugas Nusantara Sehat di Cisewu,” kata wanita berhijab ini.

Nola mengungkapkan, pengalaman kerja di Cisewu itu merupakan kesan indah yang tidak akan terlupakan dalam hidupnya. Sama halnya dengan pengalaman kerja ketika ia menjalankan tugas wajib (program internship selama setahun bagi dokter umum yang baru lulus dari Fakultas Kedokteran) dari tahun 2017 hingga 2018.

Baca Juga:   Jumlah Bidan di Garut Ada 1.700, Wabup Garut: Yang Berketerampilan Mandiri Hanya 300

Lalu dari November 2018 sampai Juli 2019 Nola bekerja di Provinsi Aceh. Selama di sana, tepatnya Kota Subulussalam, ia ditugaskan selama delapan bulan di RSUD Subulussalam dan empat bulan di Puskesmas Penanggalan.

“Pengalaman menariknya buat saya, di sana pertama kali saya menerapkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari semasa kuliah. Saya selalu didampingi dan dibimbing oleh dokter-dokter spesialis di sana. Orang-orang di sana juga sangat ramah, dan masih kental dengan bahasa daerahnya,” kata lulusan Fakultas Kedokteran USU tahun 2017 itu.

Namun mirisnya, tambah Nola, ketika ada pasien yang berada di desa cukup jauh, di mana pasien tersebut harus menyebrangi sungai dulu baru bisa berobat ke rumah sakit. Begitupun dia, waktu tugas di Puskesmas, sebagai dokter umum juga sering diajak turun langsung ke desa cukup jauh untuk melakukan penyuluhan. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *