GOSIPGARUT.ID — Unggahan Marsya, vokalis sekaligus gitaris Voice of Baceprot (VoB), tentang kondisi jalan Banjarwangi-Singajaya di Garut Selatan, Jawa Barat, memicu perhatian luas. Empati datang dari berbagai pihak. Tawaran penggalangan dana untuk membantu memperbaiki jalan itu juga bermunculan, termasuk dari pihak di luar negeri.
Namun Marsya belum mengambil keputusan. Ia masih mempertimbangkan tawaran tersebut sembari menunggu respons pemerintah daerah dan pemerintah pusat terhadap kondisi infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat.
Marsya mengatakan tawaran penggalangan dana muncul setelah ia mengunggah kondisi jalan Banjarwangi-Singajaya melalui akun media sosial pribadinya. Menurut dia, sejumlah pihak menyatakan kesediaan membantu menghimpun dana untuk perbaikan jalan.
“Semenjak upload video rusaknya kondisi jalan Banjarwangi-Singajaya kemarin, sebetulnya banyak pihak yang menawarkan penggalangan dana untuk bantuan perbaikan jalan, namun hingga kini saya masih pikirkan tawaran itu,” ujar Marsya kepada GOSIPGARUT.ID, Jumat, 14 Agustus 2026.
Tawaran tersebut menempatkan Marsya pada pilihan yang tidak sederhana. Di satu sisi, penggalangan dana bisa menjadi jalan cepat untuk membantu masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut. Di sisi lain, ia khawatir langkah itu justru membuat pemerintah mengendurkan tanggung jawabnya terhadap penyediaan infrastruktur dasar.
Marsya menegaskan persoalan jalan rusak bukan semata soal mencari sumber dana untuk memperbaikinya. Ada pertanyaan yang lebih mendasar mengenai kewajiban pemerintah menyediakan infrastruktur yang layak bagi masyarakat.
Ia menilai masyarakat telah menjalankan kewajibannya sebagai pembayar pajak. Karena itu, masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran negara dan daerah digunakan, termasuk untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan.
“Kita sebagai pembayar pajak, hanya ingin tahu penggunaannya selama bertahun-tahun ini untuk apa, kok jalan rusak seperti ini terlalu lama dibiarkan,” kata Marsya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan Banjarwangi-Singajaya tidak hanya dipandang sebagai kerusakan fisik jalan. Kondisi itu juga menyentuh persoalan pelayanan publik dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Ruas jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas warga di wilayah selatan Garut. Jalan yang rusak dapat menghambat mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi dan sosial. Bagi warga yang bergantung pada jalur tersebut setiap hari, kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara.
Karena itu, Marsya memilih menunggu langkah pemerintah sebelum memutuskan menerima atau menindaklanjuti tawaran penggalangan dana. Ia tidak ingin bantuan dari masyarakat luas justru menjadi alasan pemerintah melepas tanggung jawab.
Sorotan Marsya sekaligus memperlihatkan besarnya perhatian publik terhadap kondisi infrastruktur di wilayah selatan Garut. Unggahan seorang musisi asal Garut itu berkembang menjadi isu yang mendapat respons lebih luas, bahkan memunculkan tawaran bantuan dari luar daerah dan luar negeri. (April Perlindungan)



.png)



























