oleh

UKM di Garut Diminta Siapkan Pengganti Barang Impor

GOSIPGARUT.ID — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meminta UKM daerah menyiapkan produk mendunia yang mampu menembus pasar global dan mengoptimalkan produk-produk UKM dalam negeri untuk menggantikan barang-barang impor.

“Produk seperti pacul yang diimpor itu sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri. Kami diminta mengintensifkan pembinaan pada UKM alat pertanian untuk bisa berproduksi secara kontinyu dengan kualitas global, sehingga tidak perlu lagi impor alat-alat pertanian semisal pacul,” Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kabupaten Garut, Eko Yulianto, usai menghadap Menkop dan UKM Teten Masduki di Jakarta.

Ia menambahkan, Dinas Perindustrian Perdagangan/ESDM dan UKM Garut juga diminta menyiapkan dan membina peternak susu sapi, karena ada permintaan dari salah satu pabrik pengolahan susu,  untuk memasok susu segar dalam jumlah yang besar atau skala pabrikan.

“Kami di Garut sebenarnya sudah memiliki koperasi peternak susu sapi di Garut Selatan yang disiapkan lebih bagus lagi agar bisa memenuhi permintaan pabrikan,” ujar Eko.

Baca Juga:   Saber Hoaks Deteksi Berita Palsu di Jabar Meningkat Jelang Pilpres

Sementara itu Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit meminta daerah menggali produk-produk UKM di daerah yang memiliki potensi pasar domestik maupun global.

“Selain masalah kualitas dan berstandar global, Menkop dan UKM meminta¬† para UMKM itu untuk menerapkan pendekatan bisnis kekinian, agar selalu updetable,” katanya.

Contoh, bisnis kuliner sekarang sedang digemari. Bisnis kuliner menjadi bisnis yang berpeluang besar karena makanan atau minuman adalah kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga:   Kementerian P3A Tangani Kasus Penyimpangan Seksual Anak di Garut

“Bisnis satu ini selalu dicari. Walaupun demikian,¬† harus tetap memiliki ciri khas unik dari bisnis kuliner yang ingin dikembangkan. Tentunya, sebuah ciri khas akan membuat konsumen terus mengingat produk tersebut. Misalnya rasa, inovasi, dan gizi,” katanya. (SM/Gun)

Komentar

Berita Terkait