oleh

Anies, Ganjar, dan Ridwan Kamil Tampak Serius Promosi Maju Pilpres 2024

GOSIPGARUT.ID — Penampilan tiga kepala daerah, yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat main Tik Tok jadi perbincangan hangat di media sosial dua hari ini.

Tentang sosok ketiga tokoh tersebut pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melihat ada keseriusan maju Pilpres 2024.

“Jadi saya membaca mereka cukup serius untuk mempromosikan terkait (Pilpres) di (tahun) 2024. Cuma persoalannya apakah mendapat parties support (dukungan partai), itu kan yang jadi persoalan, karena logika elite itu berbeda sekali dengan logika publik,” kata Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi, Jumat (21/2/2020).

Baca Juga:   Deputi Penindakan KPK Punya Harta Rp5,4 Miliar, Sebagian Ada di Garut

Ia menjelaskan, di Indonesia masih menganut dua faktor sebagai penunjang dalam pencalonan sebagai presiden. Kedua faktor itu kata Arya adalah popular support (dukungan masyarakat) dan parties support (dukungan partai politik).

“Saya berpikir mereka akan didukung oleh publik, namun belum tentu didukung oleh partai, jadi itu logika yang berbeda,” ujar Arya.

Ia berpendapat itu karena di Indonesia menganut pencalonan oleh parties support. Di mana calon presiden harus mendapat dukungan oleh partai atau koalisi partai yang terdiri dari 20 persen kursi di legislatif, atau 25 persen suara partai, atau koalisi partai.

Baca Juga:   Blak-blakan Siap Jadi Capres 2024, Ridwan Kamil Dinilai Salah Momen

“Nah itu yang kemudian kita tidak cukup yakin apakah mereka semua akan lolos melalui parties support di dalam pencalonan 2024 nanti,” kata Arya.

Ia menilai ketiganya memiliki peluang untuk ikut kontestasi Pilpres 2024. Namun, Arya menilai hanya ada satu nama yang berpeluang besar untuk maju sebagai calon Presiden pada Pemilu tahun 2024 karena mengantongi dukungan dari partai.

“Tapi kalau berbicara dukungan itu (parties support), maka yang paling berpeluang sebenarnya Ganjar Pranowo, karena dia adalah kader partai,” ucapnya.

“Sementara Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, mereka adalah profesional yang kemudian jadi kepala daerah karena dukungan partai. Tapi tidak secara struktural dan secara organisasi itu terafiliasi secara spesifik dengan parpol. Nah, itu yang jika kita baca tahun ini,” sambung Arya.

Baca Juga:   Pada RAPBN 2020 Dana Desa akan Naik Jadi Rp75 Triliun

Karena itu, Dosen Fisipol UGM ini menilai bukan tidak mungkin para kepala daerah yang berasal dari kalangan profesional itu akan mendaftar sebagai kader parpol. Mengingat dukungan publik belum cukup untuk menjadi modal sebagai calon presiden.

“Saya tidak tahu apakah tahun depan mereka (Anies Baswedan dan Ridwan Kamil) akan mendaftar jadi anggota atau kader partai, mungkin bisa jadi manuver mereka dan itu sah,” kata Arya. (dtc)

Komentar

Berita Terkait