GOSIPGARUT.ID — Banyak rumah makan yang beroperasi sepanjang jalur wisata Bandung — Pantai Rancabuaya, Garut Selatan. Namun yang menjadi pilihan banyak orang, baik pendatang yang sedang melewati jalur ini maupun warga lokal, bisa dihitung dengan jari.
Terutama rumah makan yang masuk wilayah Kecamatan Cisewu. Dari sekian banyak rumah makan yang beroperasi antara perbatasan Kecamatan Talegong — Cisewu dan Cisewu — Kecamatan Caringin, rasanya hanya ada dua rumah makan yang menjadi idola banyak orang.
Rumah makan dimaksud adalah bernama “Sunda Rasa” dan “Teh Kok”. Memang, di Cisewu masih ada rumah makan yang terbilang bagus, tatapi sedikit dipilih orang karena harganya yang relatif mahal.
Baik rumah makan “Sunda Rasa” maupun “Teh Kok” sama-sama menyediakan aneka menu/masakan khas Sunda. Soal rasa, sudah tidak diragukan lagi, sangat pas dengan lidah banyak kalangan. Selain bisa makan di tempat, kedua rumah makan ini pun menerima paket pesanan dalam jumlah besar.
“Sudah sering moment besar atau acara-acara resmi, cateringnya memakai jasa ‘Sunda Rasa’. Jadi, kalau ada pesanan, terutama dari daerah Cisewu dan sekitarnya, insya Alloh akan kami layani,” kata Linlin Marlina, pemilik rumah makan “Sunda Rasa”.

Keunggulan dari rumah makan “Sunda Rasa” yaitu memiliki tempat yang sangat luas, baik tempat makannya maupun tempat parkir kendaraan. Rumah makan “Sunda Rasa” juga menyediakan sejumlah gazebo untuk pengunjung yang ingin makan secara lesehan.
Rumah makan “Sunda Rasa” berlokasi di jalur wisata Bandung — Rancabuaya, pasnya Kampung Datarkadu, Desa/Kecematan Cisewu.
Sementara rumah makan “Teh Kok” berlokasi di Kampung Rancabolang, Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu. Nama “Teh Kok” diambil dari nama pemilik rumah makan itu, yakni Teh Kokom.
Sayangnya, tempat makan maupun sarana parkir kendaraan yang dimiliki rumah makan “Teh Kok” tidak terlalu luas. Jadi, jika kebetulan pengunjung sedang banyak, terpaksa makannya harus bergantian karena tempat duduk yang sangat terbatas.
“Yah, jika mau makan di situ mesti lihat dulu apakah tempat duduknya kosong. Kalau penuh, terpaksa harus menunggu sampai yang lebih dahulu masuk beres makannya. Atau bisa hanya beli makanannya saja di ‘Teh Kok’ sementara makannya di tempat lain,” kata salah seorang pelanggan. (Gun/Yus)



.png)











