GOSIPGARUT.ID — Lapak sate Madura di kawasan eks terminal Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, menjadi salah satu titik favorit warga untuk berburu takjil dan menu berbuka puasa. Setiap sore menjelang azan magrib, pembeli tampak memadati kedai sederhana tersebut.
Memasuki 10 hari kedua bulan Ramadan, jumlah pembeli disebut semakin meningkat. Bahkan, pedagang mengaku sering kewalahan melayani antrean warga yang datang silih berganti.
Pedagang sate Madura Cisewu, Zair, mengatakan sejak awal Ramadhan ia sudah membuka lapaknya lebih awal, yakni sekitar pukul 15.00 WIB.
“Hingga waktu isya, sekitar 2.000 tusuk sate sapi habis terjual. Kondisi ini lebih baik dibandingkan hari-hari biasa di luar bulan puasa,” ujar Zair, saat dihubungi Selasa (3/3/2026).
Menurut dia, mayoritas pembeli merupakan warga Cisewu dan sekitarnya yang sudah akrab dengan cita rasa sate Madura. Dari tiga jenis sate yang tersedia, yakni sate ayam, kambing, dan sapi, sate sapi menjadi yang paling diminati.
“Orang Cisewu memang banyak yang senang sate Madura. Dari tiga jenis sate yang disediakan, orang paling banyak beli sate sapi,” katanya.
Tingginya minat pembeli kerap membuat persediaan sate cepat habis sebelum waktu berbuka tiba. Zair mengaku tidak jarang ada pembeli yang datang namun harus pulang dengan tangan kosong.
“Saat bulan puasa ini sering kali pembeli tidak kebagian sate, karena ketika mereka datang ke kedai kami, sate sudah habis,” ujarnya.
Meningkatnya penjualan selama Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang. Selain mendongkrak omzet, kondisi tersebut juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut waktu berbuka puasa dengan hidangan favorit mereka. ***



.png)







