oleh

Kampung Nyalindung di Garut Dijuluki “Kampung Bacang”, Ini Alasannya

GOSIPGARUT.ID — Kampung Nyalindung di Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, sudah lama dijuluki “Kampung Bacang”. Alasannya diberi julukan itu, menurut Kades Kertajaya — Cecep Kusniansah, karena banyak warga di kampung tersebut yang mengembangkan usaha kuliner bacang.

“Hampir 11 kepala rumah tangga memproduksi bacang, di mana bacang hasil olahan kampung ini sudah dipasarkan ke beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Garut,” ujar Cecep, Senin (7/1/2019).

Ia menjelaskan, makanan bacang dibuat dari bahan baku beras, kemudian diisi daging bumbu, selanjutnya dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk piramida. Kuliner warisan leluhur warga itu, kata Cecep, sudah banyak dikenal masyarakat dan sering ditemui di pasaran untuk sekadar menahan lapar atau teman makan gorengan seperti bakwan.

Baca Juga:   Disdik Garut Diminta Segera Selesaikan Kasus Kekerasan Kepsek Terhadap Siswanya

Pelaku usaha bacang di Kampung Nyalindung, dikatakan Cecep, setiap harinya membutuhkan beras sebanyak 220 kilogram, dan daun pisang sebanyak 11 ribu kilogram dengan waktu produksi mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Untuk selanjutnya dikirim ke pasar pada pagi harinya.

Menurut dia, usaha bacang itu sudah menjadi sumber utama penghasilan warga yang mengharapkan dukungan dari pemerintah di antaranya menjaga ketersediaan bahan baku, termasuk memberikan bantuan modal agar usahanya terus berkembang.

Baca Juga:   Petugas Gabungan Juga FPI Gagalkan Peredaran Miras di Garut

“Bacang ini adalah sumber ekonomi masyarakat Desa Kertajaya, terutama Kampung Nyalindung yang dijuluki kampung bacang, kami berharap dinas terkait bisa menyentuh dan memberikan tambahan modal agar para produksi bacang ini bisa lebih meningkat,” katanya.

Cecep menjelaskan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kertajaya mendorong pengembangan usaha kuliner bacang dengan menyediakan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan produksi bacang sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di desa tersebut.

Baca Juga:   Aduh, Alat Peringatan Tsunami di Pantai Selatan Garut Rusak

“Tanah desa yang ditanami budidaya daun pisang yang dikelola oleh BUMDes, daunnya untuk produksi bacang, dan pisangnya untuk pengolahan keripik yang ada di wilayah Desa Kertajaya,” ujar dia. (Ant/Gun)

Komentar