GOSIPGARUT.ID — Dua odong-odong dan ratusan sepeda motor diamankan Satuan Lalu-lintas Polres Garut saat razia Patuh Lodaya dari 23 Oktober sampai 5 Nopember 2019.
Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah mengatakan, selama hampir dua pekan operasi Patuh Lodaya 2019 ratusan kendaraan bermotor dan ribuan pelanggar terjaring.
“Pada operasi Patuh Lodaya tahun ini mengalami peningkatan pelanggaran 5-7 persen. Kebanyakan pegendara roda dua yang dilakukan tindakan teguran dan penilangan,” kata Dede.
Ia menambahkan, tidak hanya kendaraan umum, pihaknya juga mengamankan dua kendaraan roda empat yang dimodifikasi atau biasa disebut odong-odong.
“Jadi odong-odong dilakukan tilang. Karena tidak laik pakai, pertama karena merubah bentuk dari yang seharusnya,” ujar Dede.
Tidak hanya itu, kata dia, odong-odong yang diamankan oleh polisi juga membayakan penumpangnya. Pasalnya menggunakan kendaraan tidak semestinya.
“Apalagi saat membawa anak kecil terkadang selalu melebihi kecepatan dan tentu membahayakan,” ucap Dede.
Kendaraan yang terjaring kali ini memang relatif tidak terlalu banyak. Hal ini, diterangkan Kapolres, karena adanya pergeseran pasukan yang mengamankan pemilihan kepala desa (Pilkades).
“Ada pergeseran pasukan saat pelaksaanan Pilkades kemarin, jadi saat ini (oprasi patuh lodaya) realtif tidak terlalu banyak,” ujarnya. (Yuyus)



.png)







