GOSIPGARUT.ID — Nama Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Wahyu, kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, sosoknya ramai “dihadirkan” dalam sejumlah video berbasis Artificial Intelligence (AI) yang tersebar luas di media sosial, terutama Facebook.
Fenomena video AI tersebut muncul tak lama setelah Wahyu menjadi sorotan publik Jawa Barat. Ia sebelumnya dikenal luas menyusul viralnya video dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh anggota keluarganya terhadap seorang kreator konten. Kreator tersebut kerap mengunggah kondisi jalan rusak di wilayah Desa Panggalih.
Atensi publik terhadap Kades Panggalih semakin menguat setelah cuplikan wawancara Wahyu bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi beredar luas di berbagai platform media sosial. Sejak itu, nama Wahyu kerap muncul dalam berbagai diskusi warganet, termasuk menjadi objek konten kreatif berbasis teknologi AI.
GOSIPGARUT.ID sedikitnya sudah menemukan empat video AI yang menampilkan tokoh menyerupai Wahyu. Tiga di antaranya menggambarkan sang kades tengah berada di lokasi pengaspalan jalan atau hotmix yang diklaim berlangsung di Desa Panggalih.
Dalam salah satu video, tokoh AI yang menyerupai Wahyu tampak mengenakan seragam pemerintah daerah dan berdiri di tepi jalan yang sedang dipadatkan menggunakan mesin steam roller. Dalam narasinya, ia meminta pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif.
“Mohon maaf jalan terganggu, mohon mencari jalan alternatif. Sakitu wae baraya Garut, wassalam,” ucap tokoh tersebut.
Video lainnya menampilkan Wahyu berdiri di samping alat berat di ruas jalan yang tengah diperbaiki. Dalam tayangan itu disebutkan bahwa jalan yang sebelumnya viral kini telah dibenahi berkat bantuan berbagai pihak.
Tak berhenti di situ, beredar pula video AI yang menampilkan sosok Wahyu bersama istrinya. Keduanya digambarkan menyampaikan permohonan maaf kepada warga Garut atas kegaduhan yang sempat terjadi dan menyita perhatian publik.
Menanggapi maraknya video AI yang menggunakan wajah dan figur dirinya, Wahyu mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Saat dimintai tanggapan pada Senin (12/1/2026), ia justru menanggapinya dengan nada santai.
“Ada-ada saja ulah netizen,” ujar Wahyu sambil tertawa.
“Editannya bagus. Tokohnya hampir mirip dengan yang sebenarnya,” sambungnya.
Fenomena ini menegaskan bagaimana teknologi AI kini menjadi bagian dari ekspresi publik di media sosial, sekaligus alat kritik, satire, dan respons warganet terhadap isu-isu yang tengah menjadi sorotan. ***



.png)






