Berita

Upaya Warga dan Polres Garut Meminimalisir Kecelakaan di Tanjakan Panganten

×

Upaya Warga dan Polres Garut Meminimalisir Kecelakaan di Tanjakan Panganten

Sebarkan artikel ini
Kapolres Garut, AKBP Dede Yudy Ferdiansah bersama jajarannya, tokoh dan anggota masyarakat Kecamatan Pamulihan, difoto di Tanjakan Panganten. (Foto: Yuyus)

GOSIPGARUT.ID — Kabupaten Garut memiliki kawasan perbukitan yang membentang dari sisi utara hingga selatan. Dengan kontur seperti itu, banyak jalan yang memiliki tanjakan dan turunan yang cukup tajam.

Salah satu tanjakan yang cukup terkenal di Kabupaten Garut adalah tanjakan panganten yang berada di Kampung Cisandaan, Desa Halimun, Kecamatan Pamulihan. Panganten sendiri merupakan bahasa Sunda yang artinya adalah pengantin.

Nama Tanjakan Panganten sendiri sebetulnya disematkan oleh warga sekitar karena konon katanya di lokasi tersebut banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan para calon pengantin.

Kondisi Tanjakan Panganten sendiri bisa dikatakan memang cukup membahayakan karena kemiringannya mencapai 45 derajat. Selain itu, kondisi jalannya pun memiliki tikungan yang sangat tajam ditambah panjang jalan mencapai 700 meter.

Baca Juga:   Sejak Dua Tahun Lalu, Delapan Alat Peringatan Tsunami di Garut Rusak

Jurang, tebing, hingga hutan menjadi penghias sepanjang jalan Tanjakan Panganten sehingga menjadikan para penggunanya harus hati-hati. Saat malam tiba, kondisinya semakin seram karena minimnya penerang jalan ditambah kabut yang menghiasi perjalanan.

Salah seorang warga sekitar, Endut (70) menyebut bahwa jumlah kecelakaan sudah sangat sering terjadi sehingga ia tidak bisa mengingat jumlahnya.

Namun yang sering ia dengar, calon pengantin dan rombongan pengantin paling sering menjadi korban kecelakaan di lokasi tersebut.

Baca Juga:   Pemkab Garut Segera Bangun USB SMP 3 Talegong dengan Biaya Rp1,2 Miliar

“Memang kalau tidak salah ada asal usulnya kenapa kemudian dinamai Tanjakan Panganten. Tapi saya juga kurang tahu pasti karena cerita itu juga saya dapatkan dari orangtua. Dan memang ada juga larangan calon pengantin atau bahkan rombongan pengantin naik mobil melewati tanjakan ini,” ujarnya.

Mengantisipasi banyaknya kecelakaan di Tanjakan Panganten. Polres Garut bersama masyarakat sekitar membuat penahan yang terbuat dari boronjong dengan dibalut ban.

Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansyah mangatakan bahwa banyaknya laporan yang ia terima soal kecelakaan di Tanjakan Panganten.

Baca Juga:   Orangtua Siswa di Pamulihan Minta dana KIP/PIP yang Diduga Digelapkan Pihak Sekolah Dikembalikan

“Selain turunan yang curam, sering kali faktor human error menjadi salah satu penyebab kecelakaan di sini (Tanjakan Panganten),” ucapnya, saat meninjau Tanjakan Panganten, Minggu (3/11/2019).

Untuk mengantisipsi terjadinya kecelakaan hingga langsung turun ke jurang. Pihaknya bersama warga membangun benteng penahan.

“Minimal dengan benteng penahan ini bisa meninimalisir terjadinya kecelakaan yang fatal,” ujar Dede.

Ia mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan agar melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat. Terutama ketika hendak melintas di Tanjakan Panganten. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *