GOSIPGARUT.ID — Sejalan dengan pesan berantai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diteruskan kembali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten ke rumah sakit, Puskesmas, klinik, dan faskes lainnya tentang upaya penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gagal ginjal akut pada balita, legislator Karnoto, SKep. M.Si minta semua faskes dan tenaga kesehatan gerak cepat menindaklanjuti seruan tersebut ke tengah masyarakat.
Hal ini penting, tandas Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Garut itu, mengingat telah terjadinya kematian pada 99 balita yang disebabkan gagal ginjal akut.
“Apresiasi pada Dinas Kesehatan yang sudah pro aktif mengintruksikan penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gagal ginjal anak ke seluruh instansi dan SDM kesehatan.” ujar Karnoto, saat sidang paripurna DPRD Garut, Jum’at (21/10/2022).
“Namun seruan ini harus segera ditindaklanjuti oleh segenap faskes dan nakes Garut dengan langsung terjun ke tengah masyarakat untuk memastikan tidak ada penggunaan obat paraset syrup sesuai arahan BPOM serta segera melakukan penyelidikan dan pelaporan kasus jika terjadi,” sambungnya.
Menurut Karnoto, kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak usia 6 bulan sampai 18 tahun terjadi peningkatan terutama dalam dua bulan terakhir. Secara nasional per tanggal 18 Oktober 2022 sebanyak 189 kasus telah dilaporkan, paling banyak didominasi usia 1 sampai 5 tahun. Dan tercatat 99 balita meninggal karna gagal ginjal akut.
Seiring dengan peningkatan tersebut, legislator Partai Keadilan Sejahtera ini pun meminta orang tua untuk tidak panik, tenang namun selalu waspada. Toh di Garut belum ditemukan kasus serupa.
“Orang tua harus selalu berhati-hati, pantau terus kesehatan anak-anak kita. Jika anak mengalami keluhan yang mengarah kepada penyakit gagal ginjal akut, terutama apabila anak mengalami gejala seperti diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan terdekat,” kata Karnoto.
Terpisah Direktur RSUD dr Slamet Garut dr Husodo menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada temuan kasus tersebut. “Alhamdulillah sampai saat ini di RSUD dr Slamet belum ditemukan kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak. Semoga memang tidak akan terjadi,” jelasnya. ***



.png)











