Kesehatan

Selama Tiga Tahun Terakhir Kasus Stunting di Garut Menurun Signifikan

×

Selama Tiga Tahun Terakhir Kasus Stunting di Garut Menurun Signifikan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Penanganan stunting.

GOSIPGARUT.ID — Selama tiga tahun terakhir kasus stunting di Kabupaten Garut mengalami penurunan cukup signifikan, demikian dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, Kamis (19/11/2020).

“Di Kabupaten Garut tahun 2017 pernah dilakukan survei Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar), dan angkanya cukup mencengangkan yaitu mencapai 43,2 persen. Bagi kami, Pemkab Garut — khususnya Dinas Kesehatan sangat kaget dengan angka itu. Tapi tentunya kekagetan itu tidak cukup ya, harus disertai upaya-upaya nyata berbagai lintas sektor lintas program untuk secara cepat menurunkan privalensi stunting di Kabupaten Garut,” ujar dia.

Terkait hal tersebut, lanjut Tri, pihaknya kemudian membentuk satuan tugas (Satgas) pencegahan stunting yang bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri Repubik Indonesia.

Baca Juga:   Libur Sekolah di Garut, Taman Satwa Cikembulan Ramai tetapi Belum Padat, Polisi Pastikan Wisata Aman

“Maka dibentuklah namanya Satgas Stunting yang sudah digaet oleh Menteri Dalam Negeri. Kita membuat namanya 8 Aksi Konvergensi Stunting. Tentunya bukan hanya Dinas Kesehatan, kita dikoordinir oleh Bappeda, Dinas Pertanian, Peternakan, ada di bagian hukum juga ada, semua dinas-dinas kita berkumpul dalam satgas stunting, untuk melakukan program kegiatan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Garut,” terangnya.

Baca Juga:   1000 Lebih Pasutri di Garut Belum Miliki Akta Nikah, Pemkab Sudah Fasilitasi 513 Lewat Isbat

Tri menyampaikan, adanya program tersebut cukup signifikan dalam membantu penurunan kasus stunting. Hal ini dapat dilihat dengan angka stunting di Kabupaten Garut pada tahun 2019 yang hanya mencapai 27,03 persen.

“Secara angka hasilnya cukup signifikan sekali, di 2017 kita di diklaim sebagai stunting sangat tinggi dengan 43,2 persen, di 2018 hasil survei kita sudah turun di angka 34,2 persen, (dan) di 2019 kita sudah ada di angka 27,03 persen,” ungap dia.

Tri mengatakan, meskipun angkanya masih belum mencapai target 14 persen, namun menurutnya progres penurunan sudah sangat bagus.

Baca Juga:   Sejak Awal 2020, Warga Kampung Pasirmalang Garut Derita Chikungunya

“Memang masih tinggi angkanya itu ya dibandingkan dengan target pemerintah pusat. Target Pak Bupati bahwa kita zero stunting. Zero stunting itu ada diangka 14 persen, artinya masih tinggi tapi progress penurunannya sudah sangat baik sekali berkat kerja sama yang baik antar lintas SKPD bersama dengan kecamatan, desa, PKK dan para kader yang ada di masyarakat,” pungkasnya. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *