Budaya

Kepala LLDIKTI Persilahkan Wisuda Tatap Muka Saat Pandemi, Asal Bersyarat

×

Kepala LLDIKTI Persilahkan Wisuda Tatap Muka Saat Pandemi, Asal Bersyarat

Sebarkan artikel ini
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jabar Banten, Prof. Dr. H. Uman Suherman, AS. M. Pd. (Foto: Uniga)

GOSIPGARUT.ID — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jabar Banten, Prof. Dr. H. Uman Suherman, AS. M. Pd mempersilahkan Peruguan Tinggi di Jabar dan Banten untuk melaksanakan prosesi wisuda atau sejenisnya di saat pandemi Covid-19 secara tatap muka langsung dengan syarat memenuhi izin dan koordinasi dengan gugus tugas atau satuan tugas wilayah setempat.

“Karena setiap status zona wilayah satu dengan yang lainya itu berbeda,” kata dia, saat menghadairi acara pengambilan sumpah dan janji Apoteker yang dilaksanakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Garut (Uniga) di Hotel Harmoni Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (29/07/2020).

Perbedaan zona dimaksud, tambah guru besar asli asal Garut itu, karena ada daerah berstatus zona merah, kuning, biru, atau hijau. “Tentunya kita tidak ingin acara seperti ini dibubarkan oleh pemerintah setempat hanya karena tidak memenuhi protokol kesehatan,” ujar Uman.

Baca Juga:   Fakultas Kewirausahaan Uniga Dirikan Laboratorium Bisnis “Roti Kembung Haneut”

Ia menuturkan, bukan sekedar menenuhi protokoler dengan memberikan batasan seperti yang telah dilakukan oleh FMIPA Uniga dengan tidak menghadirkan orang tua wisudawan, tetapi menghibau agar suasana Covid-19 ini dijadikan peluang sebagai sebuah tantangan dalam mengambil hikmah dari persitiwa.

“Karena tidak mungkin musibah ini ada tanpa ada sebuah hikmah bagaimana Alloh Swt menguji bagi orang-raong memang memiliki kekuatan,” kata Uman.

Baca Juga:   Dongkrak Budaya Baca Masyarakat Garut, 42 Bunda Literasi Dilantik

Pandemi Covid-19 ini memberikan hikmah buat semua, di mana kegiatan yang dilakukan oleh FMIPA Uniga itu berjalan dengan penuh hidmat dan tertib, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga pelaksanaanya sedikit berbeda dengan tidak dihadiri pendamping atau orang tua peserta.

Ditambah lagi beberapa penyesuaian dengan difasilitasi perangkat yang memungkinkan semua dapat mengikuti prosesi acara dengan tertib, rapih, dan khusyu. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *