oleh

Aremut, Produk Gula Semut Unggulan di Garut Selatan Beromzet Rp63 Juta/Minggu

GOSIPGARUT.ID — Wilayah Garut Selatan kaya oleh petani dan pengusaha kreatif yang mampu menghasilkan produk unggulan gula semut. Garut Selatan tidak hanya memiliki Arensemut yang sudah berpenghasilan besar, namun juga memiliki Aremut — perusahaan gula semut dengan omzet Rp63 juta per minggu.

Menariknya lagi, perusahaan milik Cecep Supriadi — warga Kampung Dangur, Desa/Kecamatan Cisewu, Garut Selatan, ini dilahirkan setelah mengikuti study banding tentang pengolahan gula aren┬áke Tomohon, Sulawesi Utara. Tentunya, bagi Cecep, peristiwa tersebut merupakan hal paling berkesan dalam karier bisnisnya.

“Pada tahun 2012 saya diundang oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Garut untuk mngikuti study banding ke Tomohon, Sulawesi Utara, tentang pengelolaan gula semut. Selama study banding saya mendapatkan cukup banyak ilmu, sehingga sekembalinya dari sana langsung mempraktekan semua ilmu yang didapat. Setelah study banding, saya pun mendapatkan seperangkat alat produksi gula semut,” papar Cecep.

Ia menjelaskan, tak hanya hasil study banding saja yang menginspirasi dirinya untuk terjun ke bisnis gula semut. Melainkan, pada dasarnya Cecep terinspirasi oleh keberhasilan ayahnya, Sodikin, yang juga terjun di pembuatan gula semut.

Baca Juga:   Kisah Sedih Pejabat Disdik Survei SD di Garut Selatan, Mobil Mogok dan Tidur di Sekolah

“Pada tahun 1994, ayah saya juga pernah mengikuti pelatihan pembuatan gula semut di kantor Kecamatan Cisewu. Pada waktu itu yang mengkoordinirnya adalah Bapak Rusmana (aparat Dinas Perkebunan) yang sekarang telah pensiun,” terang dia, saat dihubungi di kantor CV Aremut Mandiri, perusahaan milik Cecep yang memproduksi gula semut.

Cecep Supriadi dalam sebuah acara yang diselenggarakan perusahaan gula semut, “Aremut”. (Foto: Istimewa)

Cecep pun bercerita awal terjun pada bisnis gula semut. Di mana, ayahnya yang sudah lama terjun pada pembuatan gula semut, pada tahun 2010 kedatangan anggota dewan dari Fraksi PKS DPRD Garut. Saat itu anggota dewan menanyakan mata pencaharian Sodikin yang dijawab oleh Sodikin bahwa dirinya sejak dulu pun jadi pengrajin gula.

Baca Juga:   Terkena Proyek Kereta Cepat, Kodam III Siliwangi Dapat Tanah Pengganti di Garut Selatan

Mungkin karena tertarik dengan pekerjaan yang digeluti Sodikin, kemudian anggota dewan menawarkan bantuan permodalan untuk kelompok tani gula aren. Nah, tawaran itulah yang kemudian ditindaklanjuti oleh Cecep dengan menjalankan program yang diberikan anggota dewan tadi.

“Setelah melakukan study banding ke Tomohon, saya pun langsung memproduksi gula semut,” ucap Cecep.

Tentunya, terang dia, selama menjalankan bisnisnya, kegagalan demi kegagalan selalu dialami. Namun begitu, Cecep tidak pernah putus asa. Setelah mengalami perjalanan bisnis yang penuh liku, akhirnya ia bisa mendirikan perusahaan di bawah bendera CV Aremut Mandiri.

Baca Juga:   Alat Berat Diturunkan Evakuasi Jalur Longsor di Gunung Gelap dan Talegong

“Akte notarisnya dibuat pada bulan Maret 2020, dengan komisaris Cecep Supriadi (Cisewu, Garut), dan direkturnya Rani Suhanda (Cileunyi, Bandung). Kami pun mempekerjakan karyawan sebanyak 10 orang,” kata Cecep.

Ia mengaku omzet bisnisnya itu kini sudah mencapai 3 ton gula semut senilai Rp63 juta per minggu. Wilayah pemasarannya yang paling besar adalah Tangerang, karena di Tangerang perusahaan milik Cecep juga sebagai pemasok gula semut untuk CV Diva Maju Bersama. ***

Komentar

Berita Terkait