Berita

Kirab Manasik TK di Taman Satwa Cikembulan Garut Berujung Panik, Disdik Ngaku Tak Beri Izin

×

Kirab Manasik TK di Taman Satwa Cikembulan Garut Berujung Panik, Disdik Ngaku Tak Beri Izin

Sebarkan artikel ini
Kirab manasik Taman Kanak-kanak di Taman Satwa Cikembulan Garut. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Video singkat yang merekam kepanikan puluhan pengunjung dan anak-anak di Taman Satwa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, mendadak viral di media sosial. Kepanikan massa tersebut dipicu oleh insiden lepasnya seekor monyet koleksi penangkaran di tengah riuhnya kegiatan simulasi manasik haji anak-anak taman kanak-kanak (TK).

​Kejadian ini langsung menyulut sorotan tajam terkait standar keselamatan dan perizinan kegiatan luar sekolah bagi anak usia dini. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut menegaskan bahwa acara yang melibatkan banyak siswa TK tersebut berlangsung tanpa pemberitahuan resmi maupun izin dari dinas.

​Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan, melalui salah seorang Kepala Seksi di Bidang PAUD dan Dikmas, menyatakan pihaknya sama sekali tidak mengeluarkan izin operasional untuk pelaksanaan kegiatan manasik haji di objek wisata fauna tersebut.

Baca Juga:   Jambore GRUF 2025: Ratusan Orang Muda NTT Unjuk Aksi Iklim, Tegaskan Gerakan Berkelanjutan

​“Disdik tidak mengizinkan, harus konfirmasi dulu mengenai keamanan dan persetujuan orang tua,” ujar pejabat Disdik Garut tersebut melalui pesan singkat WhatsApp saat dikonfirmasi, Sabtu, 17 Oktober 2026.

​Hasil penelusuran menunjukkan bahwa agenda tahunan tersebut diinisiasi oleh organisasi eksternal yang bermitra dengan pihak sponsor, tanpa melalui koordinasi atau pelaporan resmi ke dinas terkait. Penyelenggara dinilai mengabaikan rantai perizinan yang baku serta mengesampingkan kalkulasi risiko keselamatan peserta yang masih balita.

​Keamanan Lokasi dan Prosedur Darurat Dipertanyakan

Baca Juga:   Honorer Wajib Baca...! Ini Panduan Lengkap Lolos Tahap Administrasi Seleksi CASN 2024

​Insiden ini mengekspos lemahnya kesiapan mitigasi risiko dalam penyelenggaraan acara berskala besar yang melibatkan anak usia dini di ruang terbuka berisiko tinggi. Objek wisata yang memelihara satwa liar dinilai membutuhkan pengawasan ekstra ketat serta kejelasan standar operasional prosedur (SOP) darurat.

​Beberapa poin krusial yang kini menjadi perhatian publik meliputi:

​Analisis Risiko Lokasi: Pemilihan lokasi wisata satwa untuk kegiatan massal anak-anak yang rentan memicu stres pada hewan koleksi.

​Prosedur Pengawasan: Ketersediaan petugas pengaman dan rasio pendamping terhadap jumlah anak yang tidak seimbang.

​Konsen Orang Tua: Keharusan adanya surat persetujuan tertulis dari orang tua atau wali murid sebelum anak diterjunkan ke lokasi kegiatan luar sekolah.

Baca Juga:   Minta Turun Hujan, MKKS dan Disdik Ajak SMP di Garut Gelar Sholat Istisqo

​Penyelenggaraan kegiatan edukatif di luar lingkungan sekolah seharusnya mengedepankan asas perlindungan anak. Tanpa adanya kajian keamanan yang matang dan legalitas kegiatan yang jelas, keselamatan ribuan anak taruhannya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Taman Satwa Cikembulan maupun panitia penyelenggara acara belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi lepasnya satwa serta evaluasi sistem pengamanan di area fasilitas wisata tersebut. (Yuyus)

Gusrajab
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *