Peristiwa

Video Viral Oknum Mengaku Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja, Dedi Mulyadi Turun Tangan

×

Video Viral Oknum Mengaku Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja, Dedi Mulyadi Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Foto tangkapan layar dari video viral seorang yang mengaku wartawan sedang ngamuk kepada seorang guru di SDN 2 Sukaraja Sukabumi. Inzet: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

GOSIPGARUT.ID — Video seorang pria yang mengaku wartawan terlibat cekcok dengan seorang guru di lingkungan SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pria berbaju merah terlihat berbicara dengan nada tinggi dan melontarkan sejumlah perkataan kasar kepada seorang pria berkemeja putih yang berada di lokasi.

Peristiwa itu mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menyatakan akan meminta tim hukum Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendatangi lokasi untuk menginvestigasi kejadian tersebut. Menurut Dedi, tindakan yang terekam dalam video tidak mencerminkan prinsip yang semestinya dimiliki seorang jurnalis.

“Saya melihat sebuah tayangan yang dilakukan oleh oknum wartawan di Sukabumi berteriak-teriak, mencak-mencak di sekolah dasar,” kata Dedi dalam unggahan video di akun TikTok pribadinya yang dilihat GOSIPGARUT.ID, Selasa 1 September 2026.

Dalam rekaman yang beredar, pria berbaju merah menyebut dirinya sebagai wartawan. Ia terlibat perdebatan dengan pria berkemeja putih. Percakapan berlangsung dalam bahasa Sunda dengan nada tinggi.

Baca Juga:   Korban Tewas Minuman Oplosan di Tasikmalaya Jadi Tiga Orang

Pria tersebut menuding lawan bicaranya telah melakukan tindakan tertentu terhadap dirinya. Ia juga mengeluarkan sejumlah ucapan bernada penghinaan dan ancaman.

Sia kan nu berbeuteung ka aing!” ujar pria berbaju merah dalam rekaman tersebut.

Percakapan kemudian semakin memanas. Pria itu mengatakan akan menulis tentang orang yang dihadapinya. Ia juga mempertanyakan keberadaan orang tersebut di sekolah.

Pantes tidak seorang guru? Sia ngacak-ngacak aing…” katanya.

Rekaman tersebut tidak memperlihatkan secara utuh bagaimana persoalan bermula. Penyebab cekcok dan konteks peristiwa sebelum kamera merekam percakapan juga belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia.

Dedi Mulyadi menyoroti lokasi kejadian karena berada di lingkungan sekolah dasar. Ia mengatakan terdapat anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi ketika peristiwa tersebut berlangsung.

Baca Juga:   Datangi Kantor Camat, Warga Pameungpeuk Tanya Status Jenazah Pasien Covid-19 dari Banten

“Saya tidak tahu inti masalahnya apa, tetapi bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis,” ujar Dedi.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengambil langkah untuk memastikan persoalan tersebut ditangani. Dedi menyebut tim hukum pemerintah provinsi akan datang ke lokasi untuk melakukan investigasi dan advokasi.

Langkah itu, kata dia, diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menilai sekolah harus terlindungi dari tindakan intimidatif yang dapat mengganggu proses pendidikan.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini akan meminta tim hukum untuk segera datang ke lokasi, menginvestigasi, dan kemudian melakukan advokasi agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi,” kata Dedi.

Menurut Dedi, secara kewenangan pendidikan dasar tersebut berada di bawah Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Karena itu, tanggung jawab utama berada pada Bupati Sukabumi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:   SPMB Jabar 2026 Masih Berproses, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tenang: Jangan Panik Dulu

Namun Dedi menilai pemerintah provinsi tetap perlu mengambil langkah. Alasannya, perlindungan terhadap lembaga pendidikan merupakan bagian dari upaya menjaga sistem pendidikan di Jawa Barat.

“Dari sisi tanggung jawab memang tanggung jawab Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Hingga informasi yang disampaikan Dedi tersebut, belum ada penjelasan lengkap mengenai identitas pria yang mengaku wartawan, guru yang terlibat, maupun duduk perkara yang memicu perselisihan. Belum diketahui pula apakah telah ada laporan resmi kepada aparat penegak hukum atau organisasi profesi pers terkait kejadian tersebut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *