BeritaHiburan

Magnet Dakwah Ustadzah Awit Fitriani: Akan Menggoyang Cisewu dengan Humor Sunda

×

Magnet Dakwah Ustadzah Awit Fitriani: Akan Menggoyang Cisewu dengan Humor Sunda

Sebarkan artikel ini
Ustadzah Awit Fitriani.

GOSIPGARUT.ID — Lapang Lemahluhur Desa Cisewu, Kabupaten Garut, diproyeksikan bakal dipadati ribuan warga pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Pendakwah perempuan asal Sukabumi, Ustadzah Awit Fitriani, dijadwalkan hadir mengisi panggung utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Kehadirannya diselenggarakan oleh pengurus dan warga RW 01 Desa Cisewu.

​Ketua RW 01 Desa Cisewu, Eka Yuswanto, menegaskan kepastian agenda keagamaan dan kemasyarakatan tersebut. “Pada Kamis malam 27 Agustus 2026, Ustadzah Awit Fitriani akan berceramah di Lapang Lemahluhur Desa Cisewu, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1448 Hijriah, yang diselenggarakan warga RW 01,” kata Eka saat memberikan keterangannya, Rabu.

​Daya pikat Awit Fitriani di panggung pengajian Jawa Barat memang sedang menanjak. Sosoknya menjadi salah satu penceramah perempuan yang rajin mengelilingi daerah-daerah di luar basis utamanya di Sukabumi. Mulai dari panggung tabligh akbar, pengajian rutin warga, hingga majelis taklim lintas kabupaten disinggahinya.

Baca Juga:   Beredar Foto Eks Bupati Garut Acungkan Dua Jari, Anton Heryanto: Sudah Kembali ke Jalan yang Benar

Senjata utamanya sederhana namun mematikan: penyampaian dakwah berbasis bahasa Sunda yang populer, jenaka, dan sangat dekat dengan riak kehidupan harian masyarakat.

​Jejak pergerakan Awit terekam kuat di lapangan. Pada November 2025 lalu, ia diboyong oleh pengurus Muslimat dan Fatayat NU ke Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di sana, Awit menjadi penceramah tunggal dalam forum Ahad Manis. Dalam tausiyahnya, ia menyoroti benteng keimanan keluarga, isu etika rumah tangga, serta posisi krusial kaum perempuan dalam membentuk moral generasi penerus.

Baca Juga:   Terkena Banjir, Puluhan Hektare Sawah di Garut Selatan Dilaporkan Puso

​Tak cuma Brebes, safari dakwahnya menyisir Purwakarta, Subang, hingga wilayah pedesaan lain. Popularitas lapangan ini berbanding lurus dengan gaungnya di jagat maya. Berbagai kanal media sosial dan platform video YouTube mengunggah ulang aksi mimbar Awit. Videonya di Purwakarta bahkan menangguk ratusan ribu penayangan.

Unggahan video bertajuk “ceramah Sunda”, “dakwah Sunda”, hingga “ceramah lucu” kerap menghiasi linimasa digital, mengukuhkan identitas dakwahnya yang elastis dan komunikatif.

​Daya jelajah Awit juga menyentuh panggung seni budaya. Pada 12–14 Juli 2026, namanya bertengger sebagai pengisi tausiyah dalam perhelatan Gelar Budaya Hajat Laut Rancabuaya di Garut Selatan. Di situ ia berbagi panggung dengan Ustad Nana Gerhana dan dalang kondang Dadan Sunandar Sunarya Putra. Keterlibatan dalam ajang hajat laut memperlihatkan kepiawaian Awit merajut nilai-nilai keislaman dengan tradisi serta ritus lokal masyarakat pesisir.

Baca Juga:   Bupati Garut Dorong Penyaluran Zakat Lewat Baznas, Tegaskan Peran Negara dalam Kesejahteraan

​Fenomena meledaknya popularitas Awit Fitriani menjadi cermin bahwa dakwah berbasis bahasa daerah dan kultur lokal masih memegang peranan kunci di Jawa Barat. Tanpa berjarak dengan jamaah, ia mengemas pesan moral Islam melalui humor yang mengocok perut. Kehadirannya di Cisewu Kamis malam esok dipastikan tak sekadar menyajikan ceramah rutin, tetapi juga perayaan identitas kebudayaan dan konsolidasi spiritualitas warga pedesaan. (Fridealis Journal)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *