GOSIPGARUT.ID — Ratusan batu domino beradu riuh di atas meja Gelanggang Olahraga Beladiri SOR RAA Adiwidjaya, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Minggu, 27 September 2026. Sebanyak 160 peserta meramaikan Open Tournament Domino Orado (101) Piala Panglima TNI—sebuah laga serentak tingkat nasional untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia.
Perhelatan sehari penuh ini tak cuma menggelar adu siasat di papan permainan, tapi juga membidik catatan sejarah baru di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Di panggung daerah, kejuaraan ini menyatukan beragam strata—dari personel TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara, hingga warga biasa—sekaligus memutar roda ekonomi mikro kawasan.
Kepala Staf Komando Resor Militer 062/Tarumanagara, Hamzah Budi Susanto, menyebut kompetisi serentak ini dirancang melebihi tensi perebutan piala semata. Menurut dia, meja adu strategi ini sengaja dihadirkan sebagai ruang cair untuk mencairkan sekat antarinstansi dan masyarakat.
”Kegiatan ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkokoh sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat,” kata Hamzah saat membuka turnamen.
Bagi Hamzah, domino adalah arena latihan kedisiplinan mental yang kerap dipandang sebelah mata. Di balik kesederhanaan alat sembilunya, olahraga rekreasi ini menuntut daya fokus tinggi, ketenangan emosi, perhitungan kalkulatif, hingga kejelian membongkar taktik lawan.
”Karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan penuh semangat, tetap menjunjung tinggi fair play, kejujuran, dan persaudaraan,” ujar Hamzah mempertegas pesan sportivitasnya.
Geliat kompetisi di dalam gedung berimbas langsung ke pelataran GOR. Berbagai lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memadati area luar, menjajakan aneka kuliner hingga barang dagangan kepada ratusan pengunjung dan peserta yang memadati lokasi sejak pagi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut, Asep Mulyana, menilai pelibatan sektor usaha kecil dalam ajang olahraga publik menjadi formula efektif dalam memacu pendapatan warga lokal secara mendadak.
”Jadi secara output-nya memang untuk perekonomian cukup bagus juga,” kata Asep.
Asep mengapresiasi keaktifan kawasan SOR RAA Adiwidjaya yang rutin menjadi pusat interaksi positif warga setiap akhir pekan. Pemanfaatan fasilitas publik milik pemda untuk agenda berskala nasional dinilainya berhasil membangun kebanggaan daerah sekaligus mempererat kedekatan institusi pertahanan dengan rakyat.
”TNI tetap jaya dan TNI tetap di hati masyarakat,” tutur Asep mengakhiri pernyataannya.
Turnamen domino Piala Panglima TNI di Garut membuktikan bahwa peringatan hari jadi institusi militer kini dikemas lebih fleksibel dan inklusif. Lewat cabang permainan rakyat, hajatan berskala nasional ini berhasil memadukan ambisi pemecahan rekor, penguatan sinergi lintas lembaga, dan geliat riil ekonomi warga dalam satu arena. ***



.png)












