Berita

Setelah Video Viral, Janda Anak Lima di Garut Dapat Bantuan Besar: Rumah Dibangun, Tanah Dibeli dari Dana Gubernur

×

Setelah Video Viral, Janda Anak Lima di Garut Dapat Bantuan Besar: Rumah Dibangun, Tanah Dibeli dari Dana Gubernur

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, besama janda anak lima asal Garut.

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya turun tangan setelah video rumah hampir roboh milik seorang janda dengan lima anak di Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, viral di media sosial.

Gubernur bertemu langsung dengan perempuan tersebut pada Senin (24/11/2025), disaksikan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Putri Karlina.

Dalam pertemuan itu, Dedi memastikan pemerintah akan memberi bantuan besar bagi keluarga tersebut. Rumah yang kondisinya tinggal menunggu waktu untuk ambruk dan berada di pinggir jurang akan segera dibangun melalui program BJB Peduli.

Baca Juga:   Pemerintah Desa Banjarwangi Lakukan Penyemprotan Disinpektan di Daerahnya

Tak hanya itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp20 juta untuk pembelian tanah agar keluarga tersebut dapat memiliki tempat tinggal yang benar-benar layak dan aman.

“Nanti si ibu ini oleh BJB Peduli dibantu pembangunan rumah, dan oleh saya dibantu Rp20 juta untuk beli tanah,” ujar Dedi di lokasi.

Dedi secara gamblang menyampaikan kondisi keluarga itu. Ia menegaskan bahwa ibu tersebut tidak memiliki suami, hidup dalam kemiskinan, dan harus membesarkan lima anak seorang diri. “Ini warga Garut, tidak punya suami atau janda anak lima. Rumahnya hancur dan di pinggir jurang,” kata Dedi.

Baca Juga:   Viral Video Pegawai Ngopi Saat Jam Kerja, Warganet Pertanyakan Disiplin ASN

Soroti Dugaan Pungutan PTSL

Dalam dialog itu, terungkap dugaan pungutan biaya hingga Rp5 juta dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya gratis untuk masyarakat. Dedi meminta laporan segera ditindaklanjuti.

“Program ini harusnya gratis. Kalau ada pungutan, nanti orang miskin tidak dapat sertifikat karena tidak bisa bayar. Itu tidak boleh,” tegasnya.

Dedi juga menyinggung pembagian tanah hak guna usaha (HGU) seluas 1.500 hektare di wilayah tersebut. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik penyimpangan dan meminta Pemkab Garut memastikan distribusi sertifikat benar-benar menyasar masyarakat yang berhak.

Baca Juga:   Tomat Tapi Manis? Astyfarm Ciptakan Terobosan Baru di Dunia Hortikultura

“Garut harus beres. Jangan sampai program pemerintah malah menguntungkan pihak-pihak tertentu,” ucapnya.

Pertemuan tersebut menjadi harapan baru bagi keluarga janda itu dan warga sekitar. Bupati Garut dan wakilnya menyatakan siap mengawal proses bantuan hingga benar-benar terealisasi.

Di akhir pertemuan, ibu penerima bantuan tak kuasa menahan rasa haru dan berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Pemkab Garut. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *