GOSIPGARUT.ID — Sebuah video berdurasi sekitar satu menit menampilkan tiga perempuan asal Garut yang kini duduk di DPR RI tengah menjadi sorotan publik. Dalam video yang beredar luas di media sosial itu, ketiganya tampak berdialog santai namun bernada sindiran soal regulasi dan tunggakan iuran BPJS Kesehatan.
Ketiga legislator perempuan tersebut adalah Rieke Diah Pitaloka dari PDI Perjuangan, Mulan Jameela dari Gerindra, dan Imas Aan Ubudiah dari PKB. Dalam video itu, mereka berperan sebagai karakter fiktif bernama Nyi Iroh (Rieke), Ceu Jubaedah (Mulan), dan Nyi Icih (Imas) — tiga tokoh yang mencerminkan gaya khas masyarakat Sunda dalam berdialog ringan tapi sarat makna sosial.
Potongan percakapan mereka terdengar penuh canda, namun jelas menyinggung persoalan serius: regulasi dan penunggakan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang masih membebani masyarakat kecil.
“Tuh, bilangin Cak! Mana regulasi iuran BPJS, tunggakan… Jangan berantem Ceu Jubaedah, aku suka pusing,” ujar Rieke yang berperan sebagai Nyi Iroh sambil tertawa kecil.
Imas Aan Ubudiah yang berperan sebagai Nyi Icih menimpali dengan gaya khas Garut, “Iih, nitip ke Cak Imin (Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat), Cak Imin mah the best, terdepan untuk masyarakat. Minggu ini keluar ya regulasinya!”
Sementara Mulan Jameela alias Ceu Jubaedah ikut menyerukan hal yang sama sambil bersorak, “Cak Imin! Tolong, tolong, Cak Imin, aku gapapa ih, Cak Imin mah bestie!”
Meski dikemas dengan gaya jenaka, pesan yang mereka sampaikan dianggap publik cukup tajam: perlunya kebijakan pemerintah untuk menuntaskan persoalan tunggakan BPJS yang kerap menjerat masyarakat kelas bawah.
Unggahan video ini langsung memantik beragam reaksi. Banyak warganet yang mengapresiasi kreativitas tiga legislator asal Garut itu karena mampu mengangkat isu serius dengan cara ringan dan menghibur. Namun ada pula yang menilai gaya mereka terlalu santai untuk isu sekrusial pelayanan kesehatan nasional.
Sejumlah komentar di media sosial menyebut, “Beginilah kalau wakil rakyat dekat dengan rakyat, bahas kebijakan sambil bercanda tapi kena,” tulis akun @garutupdate.
Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari ketiga anggota DPR tersebut terkait maksud video tersebut — apakah bagian dari kampanye kesadaran publik soal BPJS, atau sekadar percakapan spontan yang kemudian viral.
Namun satu hal pasti, video “Tiga Srikandi Garut” ini sukses menarik perhatian publik, sekaligus mengingatkan bahwa di balik canda, ada kritik tajam terhadap regulasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. ***



.png)















