GOSIPGARUT.ID — Sebuah video yang menampilkan pernyataan seorang pria diduga warga Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, viral di media sosial. Video tersebut menyoroti polemik tarif tiket masuk sebesar Rp45.000 per motor di kawasan wisata Pantai Sayangheulang.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut menyampaikan keluhan dengan nada emosional terkait adanya wisatawan yang mempersoalkan besaran tarif masuk. Ia menilai, pengunjung seharusnya tidak perlu datang berwisata apabila merasa keberatan mengeluarkan biaya.
Pernyataan itu disampaikan menggunakan bahasa Sunda dengan intonasi tinggi. Secara garis besar, isi ucapannya menyindir pihak yang ingin berwisata namun enggan membayar tiket, bahkan menyarankan agar lebih baik tetap di rumah jika tidak siap mengeluarkan uang.
Video tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian menilai pernyataan pria itu terlalu kasar dan tidak mencerminkan sikap ramah terhadap wisatawan. Namun, ada pula yang memahami konteks kekesalan yang disampaikan, mengingat polemik tarif wisata kerap menjadi perdebatan di kawasan tersebut.
Sebelumnya, isu tarif tiket masuk di kawasan wisata Pantai Sayangheulang memang sempat menjadi sorotan. Sejumlah pengunjung mengeluhkan adanya pungutan yang dinilai cukup tinggi, termasuk biaya tambahan di beberapa fasilitas seperti parkir dan penggunaan toilet.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola wisata maupun pemerintah setempat terkait video viral tersebut. Namun, perdebatan mengenai transparansi dan standar tarif wisata di kawasan Pantai Santolo masih terus bergulir di ruang publik. ***



.png)



























