GOSIPGARUT.ID — Sebuah video yang menampilkan seorang warga Garut diinterogasi dengan nada tinggi hingga diduga mengalami perundungan mendadak viral di media sosial. Peristiwa itu disebut-sebut terjadi di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, dan memantik gelombang reaksi warganet.
Dalam video yang beredar luas di Facebook, terlihat seorang pria bernama Holis berhadapan dengan empat orang—dua laki-laki dan dua perempuan—yang disebut-sebut merupakan keluarga Kepala Desa Panggalih. Suasana dalam video tampak tegang, dengan interogasi bernada keras yang ditujukan kepada Holis.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Holis Muchlisin. Dalam keterangan unggahannya, Holis mengaitkan peristiwa itu dengan aktivitasnya yang kerap mengkritik kondisi infrastruktur desa, khususnya jalan rusak.
“Akibat saya mengkritik kebijakan dan memposting jalan rusak di desa,” tulis Holis dalam unggahannya.
Menjawab sejumlah pertanyaan warganet, Holis menyebut peristiwa tersebut terjadi di rumah Kepala Desa Panggalih yang berada di Kampung Pasircamat, Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, belum lama ini.
Tak butuh waktu lama, video itu menyebar dan menuai beragam respons. Banyak warganet menyayangkan dugaan tindakan intimidasi tersebut, terlebih jika benar dilakukan oleh pihak yang masih memiliki hubungan keluarga dengan kepala desa. Sejumlah komentar juga menyatakan dukungan kepada Holis yang dinilai berani menyuarakan kritik demi kepentingan warga.
Sebagian warganet bahkan mendorong agar kasus itu dilaporkan ke aparat penegak hukum. Mereka menilai peristiwa dalam video tersebut berpotensi masuk ke ranah pidana, terutama jika terbukti mengandung unsur intimidasi, ancaman, atau perundungan.
Sementara itu, Kepala Desa Panggalih, Wahyu, saat dimintai tanggapan terkait video viral tersebut, enggan memberikan penjelasan panjang. Ia justru mempertanyakan video yang dimaksud.
“Video mana, Kang?” ujar Wahyu singkat saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2025).
Namun, setelah diperlihatkan video yang tengah viral itu, Wahyu menyatakan akan meminta pihak yang mengunggah video tersebut untuk mencabut postingannya dari media sosial. ***



.png)












