Berita

Anak 11 Tahun yang Terseret Ombak di Pantai Sayangheulang Ditemukan Nelayan Sudah Meninggal

×

Anak 11 Tahun yang Terseret Ombak di Pantai Sayangheulang Ditemukan Nelayan Sudah Meninggal

Sebarkan artikel ini
Anak 11 tahun, korban tenggelam di Pantai Sayangheulang, Kabupaten Garut, saat dievakuasi petugas menggunakan mobil ambulans.

GOSIPGARUT.ID — Seorang anak berumur 11 tahun, berinisial MR, yang hilang terseret ombak saat berenang di Pantai Sayangheulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, pada Rabu (2/4/2025) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan jasad warga Kampung Loa, Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, itu dilakukan oleh Eka seorang nelayan yang sedang mencari kepiting pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 07:15 WIB.

“Korban ditemukan tidak jauh dari tempat terseretnya ombak. Korban tenggelam pada hari Rabu, 3 April 2025, sekitar pukul 06:30 WIB saat sedang berwisata bersama keluarganya di Pantai Sayangheulang,” kata Kepala Satuan Polairud Polres Garut, Iptu Aep Saepudin, Kamis (4/4/2025).

Baca Juga:   Ridwan Kamil Posting Wajah Baru Pantai Sayangheulang: Dulu Kurang Terurus, Kini Keren

Ia menjelaskan, nelayan Eka terkejut ketika melihat sesosok tubuh tanpa nyawa tergeletak di pesisir Pantai Sayangheulang. Eka pun segera melaporkan penemuan tersebut kepada aparat setempat.

“Setelah menerima laporan kami bersama BKO Brimob langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban,” ujar Aep.

Pihak medis yang turun ke lokasi kemudian melakukan identifikasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban dari kecelakaan laut yang terjadi sehari sebelumnya, di Pantai Curugan Sayangheulang.

Baca Juga:   Bupati Garut Ajukan Nama Gunung untuk Kereta Api Cibatu - Garut

Berdasarkan keterangan keluarga yang datang ke Puskesmas Pameungpeuk, identitas korban adalah MR yang dilaporkan tenggelam saat sedang berwisata bersama keluarganya.

“Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Bandung, untuk dimakamkan,” terang Aep.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkunjung ke lokasi-lokasi wisata pantai, terutama pada musim liburan, untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. ***

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *