BeritaHeadline

Tol Cigatas Berubah Rute Jadi Gedebage — Tasikmalaya — Cilacap

×

Tol Cigatas Berubah Rute Jadi Gedebage — Tasikmalaya — Cilacap

Sebarkan artikel ini
Pembangunan jalan tol. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Jasa Marga mengungkapkan dua faktor yang mendasari perubahan rute (trase) program jalan tol Cileunyi — Garut — Tasikmalaya (Cigatas) menjadi Gedebage — Tasikmalaya — Cilacap.

Rute ini memang sebelumnya bernama Cigatas, namun berubah menjadi Gedebage — Tasikmalaya — Cilacap. Sebetulnya sama, hanya memang rutenya ada penyesuaian karena terkait masalah kondisi kontur medan daripada lokasi tersebut sehingga kita perlu ada penyesuaian,” ujar Direktur Pengembangan Jasa Marga Adrian Priyohutomo, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan, faktor kedua adalah rute program tol tersebut diarahkan untuk tidak semua dekat dengan jalan nasional, sehingga pihaknya berencana membawa rute tersebut ke selatan dimana agak lebih menjauh dari posisi jalan nasional.

Baca Juga:   Direktur Utama Jasa Marga Terima Penghargaan Pin Emas Kapolri

“Kenapa kita lakukan? Karena untuk pengembangan wilayah selatan agar lebih berkembang lagi, jangan hanya terkonsentrasi di jalan nasional. Itu yang diharapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” tuturnya dalam konferensi pers.

Rencananya arah rute program tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap ini akan melalui Gedebage, Majalaya, kemudian Garut lalu menuju Tasikmalaya. Lanjut lagi nanti pada seksi berikutnya dari Tasikmalaya sampai dengan Cilacap. “Kita masuk ke selatan Jawa, karena wilayah utara sudah tersambung (Tol Trans Jawa),” kata Adrian.

Baca Juga:   Caleg Hasanuddin Pastikan Pemerintahan Prabowo-Gibran Nanti Akan Meneruskan Pembangunan Tol Cigatas

Program ruas tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap akan dibagi menjadi dua tahap dimana tahap pertama biaya konstruksinya diperkirakan mencapai Rp30,2 triliun. Untuk totalnya, program tol ini dperkirakan bisa mencapai Rp53,5 triliun hingga ke Cilacap.

“Memang terkait ruas tol ini masih terdapat beberapa kajian, mengingat ada beberapa rute yang direncanakan akan dibangun terowongan. Kami berusaha menghindari hal tersebut, karena pembangunan terowongan membutuhkan biaya investasi yang cukup tinggi sehingga kami sedang mencari jalur guna menghindari hal tersebut,” katanya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Pakai Dana Rp2 Miliar Hadiah dari Kemenkeu untuk Operasi Beras Murah

Sebelumnya pengamat ekonomi Eko Listiyanto dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan medan pegunungan yang berat kemungkinan menjadi salah satu faktor yang membuat biaya pembangunan infrastruktur di jalur selatan Jawa Barat relatif mahal.

Namun ia menilai kendati pembangunan tol di jalur selatan Jawa Barat mahal, hal itu harus dilakukan demi mendorong perekonomian di wilayah tersebut. (Ant/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *