Hukum

Cium Dugaan Pidana, LBH BN Laporkan Penyelenggara Pemilu Garut ke Gakkumdu Jabar

×

Cium Dugaan Pidana, LBH BN Laporkan Penyelenggara Pemilu Garut ke Gakkumdu Jabar

Sebarkan artikel ini
Lembaga Bantuan Hukum Brigade NKRI (LBH BN) melaporkan penyelenggara Pemilu 2024 Kabupaten Garut yakni Ketua Bawaslu, Komisioner KPU, PPK dan PPS lantaran mencium dugaan tindak pidana Pemilu dan administrasi yang dilakukan caleg DPR RI Dapil XI Jabar berinisial LL dan MHA ke Sentra Gakkumdu Jabar.

GOSIPGARUT.ID — Lembaga Bantuan Hukum Brigade NKRI (LBH BN) melaporkan penyelenggara Pemilu 2024 Kabupaten Garut yakni Ketua Bawaslu, Komisioner KPU, PPK dan PPS lantaran mencium dugaan tindak pidana Pemilu dan administrasi yang dilakukan caleg DPR RI Dapil XI Jabar berinisial LL dan MHA ke Sentra Gakkumdu Jabar.

Ketua Bawaslu berinisial AY yang tergabung di Panwas, diduga melakukan kecurangan dan jual beli suara kepada caleg DPR RI dari dua partai berbeda yaitu LL dan MHA.

Ketua LBH BN Ivan Rivanora mengatakan, kecurangan yang dilakukan Ketua Bawaslu Kabupaten Garut tersebut terjadi saat PPS dan KPPS sedang melakukan rekapitulasi surat suara yang tidak dijaga saksi pada malam hari di atas pukul 10 malam.

Baca Juga:   Terbukti Sebarkan Berita Bohong, Tiga Petinggi Sunda Empire Divonis Dua Tahun Penjara

Adapun modusnya, lanjut dia, yang bersangkutan mengganti angka C1 hasil di setiap KPPS di hampir 42 kecamatan di Kabupaten Garut, khususnya Garut Selatan di mana sebagian besar kecamatan dan TPS tidak terkoneksi internet sehingga terjadi penundaan upload C1 ke sistem rekapitulasi KPU.

“Yang pertama melihat uraian berdasarkan jadwal Pemilu DPR RI, DPRD, DPD, dan Pilpres, khusus DPR RI kami menemukan beberapa dugaan pelanggaran pemilu seperti money politic, manipulasi data, dan penggelembungan suara yang terjadi di beberapa kecamatan (PPK dan desa) di Kabupaten Garut,” beber Ivan usai melapor ke Sentra Gakkumdu Jabar, Kota Bandung, Selasa 26 Maret 2024.

Baca Juga:   Kejaksaan Limpahkan Berkas Kasus Korupsi Pasar Leles ke Pengadilan Tipikor

Ia menjelaskan, kedua terduga berinisial LL dan MHA diduga memerintahkan Ketua Bawaslu Kabupaten Garut untuk melakukan penggelembungan suara.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *