Kesehatan

Bupati Garut Ingin Klinik Utama Rotinsulu Lebih Dikenal Warga, Siap Dukung Pengembangan Jadi Rumah Sakit

×

Bupati Garut Ingin Klinik Utama Rotinsulu Lebih Dikenal Warga, Siap Dukung Pengembangan Jadi Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, memberikan keterangan kepada wartawan, usai menerima pemaparan dari jajaran Klinik Utama Rotinsulu bersama Direktur Klinik Utama Rotinsulu Bandung dan manajemen klinik.

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong Klinik Utama Rotinsulu untuk lebih aktif memperkenalkan layanan kesehatannya kepada masyarakat. Menurutnya, fasilitas kesehatan tersebut memiliki peran strategis dalam memperluas akses pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut, tetapi hingga kini masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan maupun layanan yang tersedia.

Hal itu disampaikan Syakur usai menerima pemaparan dari jajaran Klinik Utama Rotinsulu bersama Direktur Klinik Utama Rotinsulu Bandung dan manajemen klinik. Dalam kunjungan tersebut, ia menilai Rotinsulu memiliki fasilitas yang memadai, lingkungan yang bersih, serta didukung tenaga medis yang kompeten sehingga layak menjadi salah satu rujukan layanan kesehatan masyarakat Garut.

“Klinik ini sangat membantu peningkatan pelayanan kesehatan di Garut. Dokter-dokternya juga sangat baik dan kompeten, sehingga sayang jika masyarakat belum banyak mengetahui keberadaannya,” kata Syakur.

Karena itu, ia meminta manajemen klinik lebih gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari pemasangan papan informasi hingga pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook. Menurutnya, promosi layanan kesehatan bukan semata-mata untuk kepentingan institusi, melainkan agar masyarakat mengetahui pilihan fasilitas kesehatan yang dapat diakses dengan mudah.

Baca Juga:   RSUD Pameungpeuk Garut Dapat Suntikan Dana Besar, Siap Jadi Rumah Sakit Rujukan di Selatan Jabar

“Kalau masyarakat tidak tahu ada klinik dengan pelayanan yang baik, tentu sangat disayangkan. Karena itu saya minta lebih banyak sosialisasi melalui Instagram, Facebook, maupun media lainnya,” ujarnya.

Selain mendorong peningkatan sosialisasi, Syakur menyatakan Pemerintah Kabupaten Garut siap mendukung pengembangan Klinik Utama Rotinsulu. Dukungan tersebut mencakup rencana perluasan fasilitas hingga peningkatan status klinik menjadi rumah sakit agar kapasitas pelayanan kesehatan di Garut semakin bertambah.

Menurut dia, penambahan fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan mengingat jumlah penduduk Garut yang besar membutuhkan akses layanan medis yang semakin luas dan berkualitas.

Dalam kesempatan yang sama, Syakur juga menyoroti penanganan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan kesehatan di Kabupaten Garut. Ia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat deteksi dini agar penderita dapat segera memperoleh pengobatan dan memutus rantai penularan penyakit tersebut.

Ia berharap Klinik Utama Rotinsulu ikut mengambil peran lebih besar dalam pelayanan TBC. Terlebih, pemerintah pusat telah menyediakan berbagai program dukungan sehingga masyarakat dapat memperoleh pengobatan tanpa terkendala biaya.

Baca Juga:   Bupati Garut Minta Para Kontraktor Proyek untuk Menegakkan Standar Kualitas yang Tinggi

“Deteksi TBC di Garut sudah hampir mencapai target. Setelah terdeteksi, masyarakat harus segera mendapatkan pengobatan. Klinik Utama Rotinsulu bisa menjadi salah satu tempat pelayanan sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pengobatan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Klinik Utama Rotinsulu, dr. Sartika Nurwenda, mengatakan perkembangan klinik tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Garut sejak awal pendiriannya. Ia mengungkapkan lahan yang kini digunakan merupakan hibah dari pemerintah daerah.

“Sejak awal kami banyak dibantu oleh Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Garut. Lahan ini juga merupakan hibah dari pemerintah daerah, sehingga akhirnya bisa kami bangun untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar dr. Sartika.

Ia menjelaskan, layanan kesehatan tersebut berawal dari Balai Pengobatan Penyakit Paru (BKPM) Garut. Setelah lokasi sebelumnya terdampak banjir, pelayanan dipindahkan ke lokasi saat ini dan terus berkembang hingga menjadi Klinik Utama Rotinsulu.

Ke depan, pihaknya berharap status klinik dapat ditingkatkan menjadi rumah sakit. Menurutnya, kebutuhan tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Garut masih cukup tinggi sehingga diperlukan tambahan fasilitas kesehatan yang mampu melayani lebih banyak pasien.

Baca Juga:   Hardiknas 2026: Bupati Garut Paparkan 5 Kebijakan Strategis, Soroti Rata-rata Lama Sekolah yang Rendah

“Kami berharap suatu saat bisa meningkat menjadi rumah sakit. Kalau melihat kebutuhan masyarakat Garut, ketersediaan rumah sakit maupun tempat tidur masih kurang. Lokasi kami juga cukup strategis dan mudah-mudahan mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” katanya.

Ia menambahkan, Klinik Utama Rotinsulu kini tidak hanya melayani pasien penyakit paru dan tuberkulosis. Berbagai layanan kesehatan lain, termasuk dokter spesialis penyakit dalam, telah tersedia dan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat Garut mengetahui bahwa pelayanan di sini tidak hanya untuk penyakit paru. Masyarakat bisa datang untuk pemeriksaan kesehatan maupun berobat. Kami juga memiliki dokter spesialis penyakit dalam dan ke depan akan terus menambah layanan spesialis sesuai kebutuhan masyarakat,” tutur dr. Sartika.

Dengan rencana pengembangan tersebut, Klinik Utama Rotinsulu diharapkan dapat menjadi salah satu penguat sistem layanan kesehatan di Kabupaten Garut sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih lengkap dan berkualitas. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *