Berita

Harum Madu Menyebar di 42 Kecamatan, Solusi Inflasi dan Pemenuhan Pangan di Garut

×

Harum Madu Menyebar di 42 Kecamatan, Solusi Inflasi dan Pemenuhan Pangan di Garut

Sebarkan artikel ini
Warga di Kampung Caringin, Desa Mekarmukti, Kabupaten Garut, Senin (25/09/2023), merawat tanaman yang ada dalam Halaman Rumah Masyarakat Terpadu (Harum Madu). (Foto: M. Azi Zulhakim)

GOSIPGARUT.ID — Program Halaman Rumah Masyarakat Terpadu (Harum Madu) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Garut pada Februari 2023, merupakan salah satu upaya dalam pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Garut. Program ini, kini hampir menyentuh 382 desa di 42 kecamatan tersebar di Kabupaten Garut, merasakan manfaat progran Harum Madu.

Dengan memanfaatkan halaman rumah, masyarakat telah menghasilkan komoditas vital seperti cabai, sayuran, dan umbi-umbian. Program ini telah membantu menekan inflasi serta memenuhi kebutuhan pangan di masa sulit, ketika bahan pokok di pasaran mulai mengalami kenaikan harga.

Keseriusan warga dalam menerapkan Program Harum Madu ini nampak terlihat, di mana banyak pekarangan rumah milik warga dimanfaatkan untuk menanam beberapa komoditas mulai dari seladah, cabai, tomat, dan berbagai satlturan daun lainnya.

Baca Juga:   Desa Mekarwangi Talegong Siap Sukseskan "Harum Madu" Milik Bupati Garut

Salah satu kawasan yang menonjol dalam menerapkan Harum Madu adalah RW 11 Kampung Caringin, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cilawu. Sumarni (62), Ketua Kelompok Wanita Tani Mekar Rahayu, mengungkapkan keberhasilannya dalam menanam komoditas seperti terong ungu, cabai, bawang merah, dan tomat. Hasil panen tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarganya, namun dengan pekarangan yang memiliki luas kurang lebih 2×4 meter juga menjadi sumber pendapatan tambahan.

Baca Juga:   Jelang Akhir Kepemimpinan Rudy - Helmi, Garut Luncurkan Program Harum Madu

“Yang paling besar (hasilnya) bawang merah. Iya (memenuhi kebutuhan di rumah), iya kalau ada yang beli (dijual), kalau engga ya dikonsumsi aja,” ujar Sumarni.

Tidak hanya Sumarni, Eni (50) juga telah mengadopsi program ini dengan sukses. Ia mampu menjual daun bawang dengan harga yang menguntungkan. Selain itu, hasil panen tomatnya juga mencapai 9 kilogram, memberikan dampak ekonomi positif.

Baca Juga:   Banyak Jalan di Garut yang Dikenal Angker, Apa Saja?
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *