Berita

Draft Rencana Penempatan Guru Calon PPPK Muncul Meresahkan, Semula DP Garut Menduga Itu Hoaks

×

Draft Rencana Penempatan Guru Calon PPPK Muncul Meresahkan, Semula DP Garut Menduga Itu Hoaks

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Guru PPPK dan Dedi Kurniawan.

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah guru honorer yang lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Garut diresahkan dengan munculnya draft rencana penugasan mereka yang dikeluarkan instansi berwenang. Menanggapi hal tersebut, pihak Dewan Pendidikan (DP) Garut semula menduga bahwa itu adalah berita bohong (hoaks).

“Semula kami menduga bahwa draft rencana penempatan guru calon PPPK itu tidak shohih dikeluarkan instansi berwenang seperti Dinas Pendidikan atau Badan Kepegawaian Daerah. Namun setelah kami berbincang dengan sejumlah pejabat di instansi itu, menyebutkan bahwa draft tersebut mendekati kebenaran, terutama untuk guru PAI dan bahasa Inggris,” ujar anggota DP Garut, Dedi Kurniawan, Rabu (1/3/2023).

Ia menjelaskan, bahwa rencana penempatan guru itu mengacu pada data pokok pendidikan (dapodik). Di mana soal penempatan guru akan berdasarkan pada sekolah yang kosong atau kekurangan oleh tenaga pengajarnya, bukan kepada sekolah tempat di mana guru bersangkutan mengajar sebelum diangkat menjadi PPPK.

Baca Juga:   Anggota Dewan Pendidikan Garut Gembira Baiknya Pelaksanaan PTM di Cilawu

“Padahal jika menganalisa tingkat akurasi dapodik masih cukup lemah, sebab data sebaran guru dalam dapodik bertolak belakang dengan eksisting guru di lapangan,” lanjut Dedi.

Ia mencontohkan, misalnya di sekolah A guru PAI penuh sehingga guru PAI yang lolos PPPK dari sekolah tersebut digeser ke kecamatan lain, padahalal di sekolah tersebut tidak ada guru PAI yang lain kecuali dari guru yang rencananya akan digeser ke sekolah lain.

Baca Juga:   Jelang Masa Jabatan Berakhir, Bupati Rudy Gunawan Kunjungi 12 Kantor Kecamatan di Garut Selatan

“Ini terjadi di SDN Saribakti 5 Kecamatan Peundeuy contohnya. Itu akibat kurang akuratnya dapodik, mungkin faktor sistem atau keteledoran operator sekolah,” tandas Dedi.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *