GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bekerja sama dengan LDS Charity memberikan bantuan berupa kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas. Kegiatan yang diawali dengan pengukuran kaki dan tangan palsu itu berlangsung di Gedung Sosial Center Dinas Sosial Kabupaten Garut, Jumat (17/2/2023).
Kegiatan itu pun dihadiri oleh Bupati Rudy Gunawan yang turut memberi semangat dan motivasi kepada para penyandang disabilitas. Ia mengungkapkan, bahwa bantuan pemasangan kaki dan tangan palsu merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu para penyandang disabilitas.
Bantuan tersebut, imbuh Rudy, dapat terwujud karena adanya bantuan dari donatur dari berbagai lembaga, salah satunya LDS Charity. Ia berharap, para penyandang disabilitas yang mendapatkan bantuan bisa menggunakan bantuan berupa kaki dan tangan palsu tersebut dengan baik.
“Pokoknya bapak-ibu sekalian bahwa ini adalah kemanusian bersifat universal. Nah ini mohon nanti setelah diukur bapak ibu bisa menggunakannya dengan baik. Saya selaku Bupati Garut memberikan empati yang luar biasa terhadap ini,” ujar Rudy.
Ia berharap para penyandang disabilitas bisa memiliki akses BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), karena jika masyarakat penyandang disabilitas telah memiliki BPJS maka jaminan kesehatannya dapat terlindungi oleh pemerintah. Rudy mengatakan, pihaknya akan segera memprioritaskan para penyandang disabilitas agar segera mendapatkan kartu BPJS.
“Kalau yang belum, bapak nanti oleh kita bisa diprioritaskan untuk mendapatkan BPJS yang bersumber dari PBI,” tandasnya.
Rudy juga mengucapkan terima kasih kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang telah memberikan dukungannya dalam kegiatan pengukuran kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas tersebut.
“Semoga ini menjadi ladang kita mendapatkan surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji mengungkapkan, saat ini di Kabupaten Garut terdapat 11 ribu difabel dengan beragam kondisi. Mulai dari disabilitas kecerdasan, kecacatan, baik karena penyakit dan ada juga karena kecelakaan.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga melakukan pengukuran dan pemasangan kaki dan tangan palsu sebanyak 137. Aji berharap, jumlah bantuan ke depannya dapat lebih meningkat lagi.
“Mudah-mudahan nanti bulan berikutnya lebih meningkat lagi Pak. Jadi kami target bisa menolong orang yang disabilitas supaya bisa hidup normal lagi,” ungkapnya.
Aji mengungkapkan, warga penyandang disabilitas harus terdaftar ke BPJS, sehingga ketika melakukan pengobatan tidak mengalami kesulitan dari sisi biaya karena sudah ditanggung oleh pemerintah.
“Itu upaya kami ke depan untuk disabilitas. Kami juga memikirkan bagaimana nanti kehidupan perekonomiannya, mudah-mudahan kami akan mengajukan ke Kementerian Sosial,” ucapnya seraya menjelaskan bantuan kaki palsu memiliki nilai Rp3,5 juta, di mana pemasangannya akan dilakukan sebulan setelah dilakukan pengukuran. (Yan AS)



.png)











