Hukum

Empat Petani Cisaruni Cikajang Divonis 10 Bulan Penjara, Koordinator Siaga 98 Bilang Begini

×

Empat Petani Cisaruni Cikajang Divonis 10 Bulan Penjara, Koordinator Siaga 98 Bilang Begini

Sebarkan artikel ini
Ratusan petani Cisaruni, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, melakukan aksi demonstrasi menuntut pembebasan empat rekannya yang divonis 10 bulan penjara oleh majelis hakim PN Garut karena bersalah melakukan penyerobotan tanah milik PTPN VIII.

GOSIPGARUT.ID — Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Garut menjatuhkan vonis 10 bulan penjara terhadap empat petani Cisaruni (Saepudin dkk) yang tergabung dalam Serikat Petani Cisaruni (SPC) karena dinyatakan bersalah telah menyerobot tanah milik PTPN VIII. Vonis ini melebihi tuntutan (ultra petita) jaksa yang menuntutnya selama lima bulan.

Terhadap vonis tersebut, Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98) mengaku prihatin dan memandang hakim buta juga tuli terhadap keadaan yang sesungguhnya bukanlah ranah pidana. Melainkan itu adalah konflik pertanahan atau agraria antara masyarakat petani penggarap dengan pihak PTPN VIII Kebun Cisaruni.

“Konflik ini dalan ruang lingkup peraturan terkait reforma agraria. Dalam perkembangannya, antara masyarakat petani penggarap dan Direksi PTPN VIII sudah tercapai kesepahaman penyelesaian secara musyawarah,” ujar Koordinator Siaga 98, Hasanuddin, Selasa (7/2/2023).

Baca Juga:   Pertanyakan Soal Ijazah Calon Kades Pamulihan, Puluhan Warga Datangi Kantor Kecamatan Cisurupan

Menurutnya, musyawarah antara petani penggarap dengan PTPN VIII itu telah mencapai kesepakatan bahwa diselesaikan secara musyawarah dan kerjasama antara keduanya. Sehingga vonis majelis hakim (apalagi ultra petita) tidak hanya menciderai rasa keadilan, melainkan membentuk disparitas antara putusan pengadilan dengan fakta aktual di lapangan.

“Semestinya hakim mempertimbangkan dinamika sosial di masyarakat, sebab hukum bukanlah seperangkat aturan semata dan putusan hakim tidak sekedar hakim menjalan profesinya dalam memutus perkara tanpa memperdulikan kondisi sosial dan kenyataan serta rasa keadilan masyarakat,” kata Hasanuddin.

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *