GOSIPGARUT.ID — Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, berinovasi dalam menggerakkan seluruh sektor kehidupan masyarakat dari mulai pembangunan infrastruktur, pertanian, pendidikan, kesehatan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Meskipun kegiatan yang dilakukan tetap sama yakni monitoring dan evaluasi, tapi dikemas dengan kalimat yang mudah diingat dan mengandung makna dalam, sehingga semua masyarakat tergugah untuk ikut bersama-sama mewujudkannya.
Kalimat monitoring dan evaluasi sudah terlalu baku dan terkesan formal, sehingga dibuatlah kalimat Sadaya Mapan, Saba Pelayanan Publik, Balapan dan Bank Ihsan.
Sadaya Mapan mengandung arti semua masyarakat di Kecamatan Cisurupan harus mapan artinya tangguh, berdaya dan maju. Misinya adalah menggerakkan seluruh potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Kecamatan Cisurupan.
Sadaya Mapan sebenarnya tupoksi (tugas pokok dan fungsi) camat sebagai kepala wilayah di tingkat kecamatan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan.
Monitoring dan evaluasi tersebut mencakup seluruh aspek seperti pemberdayaan ekonomi, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Nah, jika kita datang ke Kantor Kecamatan Cisurupan kita akan disuguhi pojok literasi. Di situ kita bisa membaca tugas dan fungsi camat, potensi yang ada di Kecamatan Cisurupan serta berbagai produk unggulan di Kecamatan Cisurupan.
Ditemui di kantornya, Camat Cisurupan Mamun, mengatakan bahwa daerahnya bertekad mewujudkan Cisurupan tangguh dan maju menuju Garut Hebat.
“Kami memiliki misi mewujudkan Kecamatan Cisurupan tangguh dan maju dengan berbagai upaya turun ke lapangan menyerap masalah, memberikan saran, memberikan solusi dan berkoordinasi dengan Bapak Bupati langsung atau melalui dinas terkait. Tujuannya agar permasalahan yang ada bisa diselesaikan secara cepat, tepat, dan langsung menyentuh kepada kepentingan masyarakat,” terang dia.
Mamun mencontohkan kasus terjadinya banjir yang mengganggu mobilitas warga. Banjir tersebut disebabkan dangkalnya subdas Cibojong sehingga diusulkan kepada Bupati Garut untuk dilakukan pengerukan (meningkatkan kedalaman subdas) dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sehingga tidak terjadi banjir lagi.
“Alhamdulillah ketika sudah dilakukan pendalaman subdas kini tidak terjadi banjir lagi. Dinas PUPR sudah menyetujui untuk dilakukan pembangunan DAM Cibojong untuk mengurangi kelebihan debit air dan dibagi dua ke subdas Cibojong dan Karamatwangi,” tambahnya.
Selain pelayanan di bidang infrastruktur, juga dilakukan pelayanan publik dengan nama Saba Pelayanan. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan, kesehatan, dan pendidikan.
“Hasil dari Saba Pelayanan itu kita bisa tahu permasalahan di lapangan, bisa menyerap masalah, memberikan saran dan berkoordinasi langsung dengan Bapak Bupati Garut,” ujar Mamun.
Saba Pelayanan publik, ungkap dia, untuk memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan. Salah satunya melakukan tugas dalam menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi.
“Sesuai arahan Bapak Bupati bahwa untuk menekan angka kematian ibu dan bayi kita bekerja sama dengan pihak puskesmas, bidan desa, posyandu, dan para kader untuk melakukan monitoring secara aktif kepada ibu hamil resti (resiko tinggi). Kita lakukan home visit, tidak hanya menunggu mereka datang ke faskes atau posyandu. Kita pantau pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamilnya dan gizi bayi dengan pemberian makanan tambahan,” jelas Mamun.
Lebih jauh dia memberikan pemaparan untuk bidang ekonomi, dilakukan pemberdayaan melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan menyerap seluruh potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.
“Insyaallah kita optimis bisa mendukung Garut Hebat dengan mewujudkan Cisurupan tangguh, maju, dan berdaya dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang kita miliki dengan cara turun langsung ke lapangan, mengecek seluruh aktivitas pembangunan yang ada di Kecamatan Cisurupan,” kata Mamun. (Ai Karnengsih)



.png)























