GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, menyampaikan sebanyak 42 kelompok dan 1 koperasi tani yang tersebar di 8 desa di Kecamatan Cikajang dan Cisurupan, jadi penerima manfaat program upland di Kabupaten Garut tahun 2025-2026, dengan jumlah total petani penerima manfaat sebanyak 600 orang.
Ia menjelaskan bahwa program upland merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan petani di wilayah dataran tinggi.
“Alhamdulillah Kabupaten Garut menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk melaksanakannya,” kata Haeruman, saat peluncuran program upland Kabupaten Garut 2025-2026 di Gudang Besar Kentang Kampung Selecta, Desa Sukawargi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Selasa (10/6/2025).
Ia menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan dari tahun 2021 hingga 2024. Program upland sendiri sudah direncanakan sejak tahun 2019 dan mulai direalisasikan pada tahun 2021.
Program ini mencakup pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana produksi dan prasarana penunjang lainnya, serta pelatihan dan pemberdayaan petani.
Haeruman berharap program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, terutama komoditas kentang, tetapi juga mendorong penguatan kelembagaan tani, meningkatkan nilai tambah hasil panen, serta menciptakan kemandirian dan daya saing petani Garut di pasar Nasional maupun Internasional, serta mampu mendorong ketahanan pangan.
Sementara itu Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa program upland sejalan dengan asta cita Presiden RI nomor 2 tentang kemandirian bangsa, khususnya kemandirian pangan.
“Jadi Garut adalah salah satu wilayah kompeten yang menjadi sumber utama pemasok pangan di Jawa Barat,” tegasnya.
Syakur menyebutkan bahwa Garut memiliki keunggulan sebagai kabupaten penyedia pangan utama, terutama untuk komoditas kentang dan jagung. Oleh karena itu, program ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga ekosistem dalam bidang pertanian, khususnya dalam penanaman kentang.
Ia berharap agar para petani dapat memanfaatkan perhatian dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya, karena tujuannya adalah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat. (RNF)



.png)























