Hukum

Kejari Garut Tangkap Buronan Kasus Korupsi Pengadaan Komputer di Dinas Pendidikan 

×

Kejari Garut Tangkap Buronan Kasus Korupsi Pengadaan Komputer di Dinas Pendidikan 

Sebarkan artikel ini
Terpidana kasus korupsi pengadaan 63 unit komputer di lingkungan Dinas Pendidikan beberapa tahun silam, Tatang (rompi merah) berhasil ditangkap tim Pidsus Kejari Garut setelah buron bertahun-tahun.

GOSIPGARUT.ID — Setelah melalui sejumlah penyelidikan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut akhirnya berhasil menangkap buronan kasus korupsi pengadaan komputer di lingkungan Dinas Pendidikan Garut, bernama Tatang.

Kepala Kejari Garut Neva Sari Susanti mengatakan, kasus korupsi pengadaan komputer yang melibatkan Tatang disidangkan beberapa tahun lalu. Tatang sendiri yang masuk daftar pencarian orang (DPO) selama bertahun-tahun tak diketahui keberadaannya.

“Sama sekali belum menjalani putusan karena saat itu kami tidak mengetahui keberadaan terpidana,” kata dia, Selasa (23/8/2022).

Baca Juga:   Polisi Garut Tangkap Komplotan Pencuri Spesialis Baterai Menara Seluler

Menurut Neva, proses penyelidikan tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Garut pada akhirnya membuahkan hasil. Dia menyebut keberadaan terpidana Tatang terendus berada di wilayah Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung.

“Pada 2010 silam, terpidana yang berperan sebagai pihak ketiga ini sempat disidang atas perkara korupsi. Namun ia dinyatakan bebas pada pengadilan tingkat pertama. Kemudian kami menempuh upaya hukum kasasi, yang putusannya keluar pada 2012,” jelasnya.

Baca Juga:   Korupsi Proyek SOR Ciateul, Kepala Dispora Garut Jadi Tahanan Kejaksaan

Neva menambahkan, saat itu Kejari Garut kehilangan jejak dari keberadaan terpidana Tatang ini. Ia pun dimasukan ke dalam daftar DPO.

“Perbuatan terpidana Tatang dalam proyek pengadaan komputer sebanyak 63 unit ini telah merugikan negara kurang lebih sebesar Rp527 juta. Proyeknya didanai APBD Garut Tahun 2007,” ucap dia.

Atas perbuatannya, Tatang dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun, denda sebesar Rp50 juta dan subsider empat bulan. “Terpidana juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp7 juta rupiah dan subsider satu bulan,” ujar Neva.

Konten berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *