GOSIPGARUT.ID — Kantor Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, terancam ambruk karena pada lahan yang ditempatinya terjadi pergerakan tanah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sudah memutuskan untuk merelokasi kantor desa tersebut ke tempat yang lebih aman dari kemungkinan terjadinya bencana alam.
Kepala Desa Panggalih, Wahyu, mengatakan ada dua tempat yang akan dijadikan lokasi baru dibangunnya kantor Desa Panggalih itu. Yang pertama berada di Kampung Cihanyir, dan yang kedua di Kampung Darajat. Kedua lokasi tersebut telah direkomendasi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai lokasi yang aman dari bencana pergerakan tanah.
“Atas dasar rekomendasi BMKG, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengizinkan kedua daerah itu yang layak digunakan untuk lokasi kantor Desa Panggalih. Sebelumnya kami mengusulkan tiga tempat, namun yang satu tidak direkomendasi oleh BMKG sebagai tempat yang aman dari bencana,” kata Wahyu, Rabu (10/8/2022).
Ia menjelaskan, sempat terjadi silang pendapat di tengah warga Desa Panggalih soal penentuan lokasi mana yang paling layak dijadikan tempat dibangunnya kantor desa. Sebagian warga ada yang minta agar kantor desa dibangun di Kampung Cihanyir, sebagian warga lagi meminta agar dibangun di Kampung Darajat dengan pertimbangan lokasi ini jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi kantor desa yang lama.
“Sementara kalau memilih lokasi di Kampung Cihanyir, banyak warga keberatan karena lokasi itu cukup jauh dari lokasi kantor yang lama. Maka akhirnya kami memutuskan untuk mengusulkan ke Pemkab bahwa di Kampung Darajat-lah merupakan lokasi yang paling layak dijadikan kantor Desa Panggalih,” terang Wahyu.
Ia mengakui penentuan lokasi untuk kantor desa itu sudah lama diusulkan ke Pemkab Garut melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan BPBD, setelah adanya musyawarah di tingkat desa yang melibatkan sejumlah unsur masyarakat. Wahyu menambahkan, pihaknya pun meminta agar Pemkab yang membelikan tanahnya, mengingat tanah tersebut adalah milik warga.
“Luas tanah yang harus dibeli untuk lahan relokasi kantor itu mencapai 1500 meter. Tanah seluas tersebut hanya untuk pembangunan kantor desa, sementara untuk lapang dan pasar desa yang juga terkena bencana pergerakan tanah tidak diusulkan,” tuturnya.
Kepala DPMD Kabupaten Garut Wawan Nurdin didampingi Camat Cisewu Herry, Rabu (10/8/2022) meninjau lokasi yang diusulkan pihak desa untuk dibangun kantor Desa Panggalih, yaitu di Kampung Darajat. Baik Wawan maupun Herry nampak mendukung langkah yang dilakukan Kades Panggalih tersebut dengan penentuan lokasi berdasarkan musyawarah desa.
“Intinya pihak pemerintah Kabupaten Garut akan menentukan lokasi berdasarkan usulan masyarakat yang tentunya sudah direkomendasi BMKG sebagai daearah aman dari bencana,” kata Wawan. ***



.png)

















