GOSIPGARUT.ID — Narendra Shaka Ziabilfaqih (9), atlet renang cilik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Kabupaten Garut, kini terbaring di RS Nurhayati usai mengalami kecelakaan lalu lintas parah. Musibah yang menimpa atlet berprestasi ini memicu gelombang penyaluran bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).
Siswa kelas 3 SDN Girijaya 02 itu terlibat tabrakan sepeda motor di kawasan Munjul, Jalan Raya Bayongbong, pada Selasa malam, 29 September 2026. Shaka—yang baru saja pulang latihan renang—mengalami patah tulang kaki parah dan harus langsung menjalani operasi. Kejadian ini terancam membuyarkan partisipasinya di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) pada November mendatang.
Padahal, bocah asal Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang ini terbilang tekun. Setiap hari ia berlatih menembus keterbatasan di Kolam Rancabango Cipaganti dan Gelanggang Aquatik Talaga Bodas Ciateul.
Merespons musibah ini, Dinas Sosial Kabupaten Garut menyalurkan paket sembako dan menerbitkan surat rekomendasi ke Baznas melalui UPZ Dinsos. “Langkah ini diambil agar Shaka mendapat bantuan tambahan, mengingat ibunya seorang janda yang harus fokus mendampingi di rumah sakit sehingga tak bisa bekerja,” ujar Kepala Dinas Sosial Garut, Marlinda Siti Hana.
Ibunda Shaka, Nani Maryani, menyampaikan rasa harunya atas uluran tangan tersebut. “Barang-barang ini sangat kami butuhkan sehari-hari, apalagi Shaka masih menjalani perawatan pasca-operasi di sini,” katanya.
Selain Dinsos, bantuan tunai juga mengalir dari gerakan internal ASN Pemkab Garut bertajuk Poe Ibu (Sapoe Sarebu). Penyerahan dana dilakukan langsung oleh Kabag Kesra Setda Garut, Mekarwati, di Ruang Mawar RS Nurhayati atas instruksi Asda III, Margianto.
”Bantuan diserahkan langsung oleh Kabag Kesra Setda Garut, Mekarwati, kepada ibunda Shaka,” tutur Margianto. Saat ini tim medis masih memantau ketat proses pemulihan Shaka agar sang atlet muda bisa segera bangkit. (Yuyus)



.png)













