Opini

Pelarangan Ekspor CPO, Lonceng Kembalinya Nawacita di Senjakalanya

×

Pelarangan Ekspor CPO, Lonceng Kembalinya Nawacita di Senjakalanya

Sebarkan artikel ini
Hasanuddin, Pendiri Pusat Informasi dan Studi Pembangunan (PISP). (Foto: Istimewa)

Oleh: Hasanuddin

MEKANISME pasar pada dasarnya jahat; Ini adalah basis fundamental mengapa perdagangan diatur, dan pengaturannya dilakukan oleh suatu kementerian khusus; Kementerian Perdagangan, untuk membantu presiden menyelenggarakan pemerintahan negara?

Dalam mekanisme pasar terdapat dua pihak yang bertransaksi; produsen dan konsumen untuk menyepakati harga dan kuantitas. Produsen menetapkan harga berbasis keuntungan, sementara konsumen berbasis kebutuhan.

Baca Juga:   Kekuasaan Itu Cenderung Korup (Catatan: Hasanuddin, SH)

Jika mekanisme pasar ini dibiarkan, maka produsen akan menarik keuntungan sebesar mungkin, sampai batas di mana mekanisme pasar menggali kuburannya sendiri.

Pasar yang monopolistik dan kapitalistik bukan lagi mekanisme pasar, namun mekanisme oligopolistik dalam perekonomian.

Oleh sebab itulah, negara diperlukan hadir untuk mengatur mekanisme pasar agar tidak masuk pada perangkap “Mekanisme pasar yang pada dasarnya jahat”, sebab keserakahan produsen menarik keuntungan secara tak terbatas.

Baca Juga:   Pilkades 2021 di Garut Dianggap Paling Sunyi (Catatan: Imron Abdul Rajak)

Oleh sebab itu, pemerintahan negara membentuk kementerian khusus mengatur perdagangan, yang “Sejatinya mengatur produsen!” untuk kepentingan konsumen mendapatkan kebutuhannya dalam batas jangkauannya, baik dari sisi kuantitas maupun harga.

Dalam “Minyak goreng, dan/atau pelaranga ekspor CPO” jelas sekali di mana posisi Presiden Jokowi!

Yaitu, pada ketersediaan dan harga minyak goreng bertujuan untuk melindungi konsumen, dan melalui keputusan “pelarangan ekspor CPO” tujuannya jelas;

Baca Juga:   Peradaban Baru di Limbangan (Catatan: Tata Ansorie)

Memberikan sinyal kepada kementerian perdagangan beserta “gerombolannya”, berhentilah bermain bersama produsen!

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Mixadvert dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *