GOSIPGARUT.ID — Kiprah olahraga Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Kali ini, Asosiasi Senam Trampoline Indonesia (Astrami), organisasi yang berakar dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, tampil dalam ajang International Jumping Fitness Festival – Russian Jumping Fitness Cup 2026 di Moskwa, Rusia.
Keikutsertaan Astrami menjadi bukti bahwa kekuatan olahraga nasional tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga tumbuh dari daerah dengan kualitas pembinaan yang mampu bersaing secara global.
Dalam festival tersebut, Indonesia bergabung bersama sejumlah negara seperti Rusia, Kazakhstan, Belarus, Latvia, dan Turki. Ajang ini menjadi ruang strategis bagi Astrami untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat eksistensi Indonesia dalam komunitas jumping fitness dunia.
Perwakilan delegasi Astrami mengungkapkan kebanggaannya dapat membawa nama Indonesia ke kancah global.
“Ini bukan sekadar keikutsertaan dalam kompetisi, tetapi juga momen untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia melalui olahraga,” ujarnya.
Ketua Umum Astrami, Asep Redi Cahyadi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperoleh pengakuan internasional.
“Astrami lahir dari Garut, tetapi memiliki visi nasional dan orientasi global. Kami ingin membuktikan bahwa organisasi berbasis daerah juga mampu tampil dan bersaing di tingkat dunia,” kata Asep.
Sementara itu, Master Astrami, Dhenty Kity, menyebut ajang ini sebagai tolok ukur penting dalam pengembangan kualitas atlet dan sistem pelatihan nasional. Ia menegaskan bahwa kurikulum latihan yang dibawa merupakan hasil pengembangan dari Indonesia, khususnya Garut.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sistem pembinaan yang kami bangun mampu bersaing secara internasional,” ujarnya.
Dhenty juga mendorong para pelatih di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, agar dapat melahirkan atlet berkelas dunia.
Wakil Ketua Astrami, Ervan, menambahkan bahwa keikutsertaan ini tidak lepas dari misi diplomasi olahraga.
“Momentum ini kami manfaatkan untuk memperluas jejaring serta membuka peluang kolaborasi dengan federasi internasional,” katanya.
Di sisi lain, Bendahara Umum Astrami, Lida Eli Dhania, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional sebagai fondasi keberlanjutan prestasi.
Ajang tersebut dibuka oleh Presiden Federasi Jumping Fitness Rusia, Kasverovich Kate, yang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pengembangan olahraga kebugaran modern.
Kehadiran Astrami di Moskwa tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga representasi identitas nasional yang dibawa oleh putra daerah ke panggung dunia. Capaian ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Indonesia untuk berprestasi di tingkat internasional, sekaligus memperkuat peran daerah dalam pembangunan olahraga nasional. ***



.png)











