GOSIPGARUT.ID — Mantan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih yang terlempar dari pemilihan calon anggota Komisioner Baznas Garut periode 2021-2026, mengaku hatinya merasa tercabik-cabik akibat terlempar dari kepengurusan Baznas itu.
“Terus terang saya merasa tercabik-cabik, tersobek-sobek, bahkan sampai sekarang ini,” ungkap Aas, dalam sambutannya pada berlangsungnya serah terima jabatan (Sertijab) pimpinan Baznas Kabupaten Garut, dari dirinya kepada Abdullah Efendi, di Gedung Baznas komplek Islamic Center Jalan Pramuka, Garut, Selasa (23/11/2021).
Ia juga menyampaikan kinerjanya bersama anggota komisioner Baznas lainnya yang mampu mengumpulkan zakat, infaq dan sodaqoh (ZIS) hingga Rp11 miliar.
“Alhamdulillah dari Rp800 juta di awal saya menjabat Ketua Baznas (tahun 2016), kemudian naik menjadi Rp3,5 miliar, dan berubah menjadi Rp6,5 miliar, hingga tahun ini mencapai Rp11 miliar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Baznas yang baru, Abdullah Efendi, berjanji akan melanjutkan program program yang bagus dari kepemimpinan Baznas oleh Rd. Aas, dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada.
“Terima kasih kepada Pak Ketua Baznas periode 2016-2021, Pak Aas yang telah memberikan motivasi kepada kami. Insya Alloh kami akan melanjutkan program-program yang baik,” katanya
Asisten daerah (Asda) 1, Suherman yang hadir dalam acara Sertijab tersebut, menyampaikan amanatnya, agar kepengurusan Baznas yang baru bisa meningkatkan kinerjanya dan bisa menggali potensi zakat yang lebih banyak lagi.
“Saya titip kepada Pak Efendi dan pengurus Baznas yang lain agar terus bekerja, dan terus lakukan silaturahmi dengan berbagai pihak, dengan para ulama dan yang lainnya,” ujarnya.
Ketua MUI Garut, KH. Sirojul Munir yang turut hadir, juga menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan pengurus lama dalam pengumpulan ZIS, dan kepada pengurus yang baru agar lebih meningkatkan kinerjanya. (Yuyus)



.png)











