oleh

Sejumlah Kepala SD di Cisewu Merasa Ditipu oleh Pengusaha Wifi Internet

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah kepala sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, mengaku merasa telah ditipu oleh salah satu pengusaha wireless fidelity (wifi) internet yang baru-baru ini memasang pesawat tersebut di sekolahnya.

Pasalnya, apa yang dijanjikan tentang keunggulan menggunakan pesawat wifi itu ternyata bohong belaka.

Bahkan, seperti diutarakan Kepala SD Negeri 1 Cisewu, Daryana, dengan menggunakan pesawat wifi yang tujuannya untuk mempermudah akses ke internet, justru menjadi sulit. Begitupun dalam konsumsi kuota internet, alih-alih diharapkan terjadi penghematan, malah menjadi boros.

“Ya, ketimbang merugikan, akhirnya pesawat wifi itu kami simpan dan tidak dioperasikan. Kami sekarang kembali pada gaya lama, yaitu menggunakan smartphone masing-masing,” jelas dia, Selasa (19/10/2021).

Baca Juga:   11 Anak Muda Cisewu Berhasil Taklukan Garangnya Gunung Gede Pangrango

Daryana menuturkan, saat terjadi transaksi untuk pemasangan pesawat wifi, pihak pengusaha meyakinkan bahwa dengan menggunakan pesawat wifi itu pihak pemakai (sekolah) akan diuntungkan. Selain akses internet yang super cepat, juga konsumsi kuota internet akan irit.

“Pesawat wifi itu harganya Rp1,5 juta, kami membayarnya secara kontan. Sementara untuk pengeluaran per bulan (untuk pembelian kuota internet) kami membayar Rp300 ribu kepada pengusaha itu. Jadi yang mengisi kuota internet bulanan adalah pihak pengusaha,” papar dia.

Namun, lanjut Daryana, setelah dua bulan pesawat wifi itu dipakai, pihak sekolah hanya menelan kerugian. Kerja pesawat wifi nyatanya tidak membantu meringankan, namun sebaliknya. “Lebih baik memakai internet lewat HP ketimbang pesawat wifi. Kerjanya lelet,” ujarnya.

Baca Juga:   Empat Jalan di Garut Selatan yang Puluhan Tahun Dibiarkan Segera Diperbaiki

Untuk pengisian kuota internet, jelas Daryana, pada bulan pertama ia setor ke pihak pengusaha sebesar Rp300 ribu. Pihak pengusaha berjanji uang sebesar itu akan cukup untuk penggunaan kuota internet selama satu bulan.

“Tapi apa yang terjadi? Buktinya uang Rp300 ribu itu hanya mampu untuk dua minggu. Bahkan di bulan kedua, kuota internetnya hanya mampu untuk tiga hari,” kata Ketua PGRI Cisewu ini.

Baca Juga:   Petugas Gabungan Periksa LP Garut Antisipasi Masuknya Narkoba

Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, membenarkan bahwa ada kepala SD di wilayah kerjanya yang merasa telah ditipu oleh pengusaha wifi internet. Jumlahnya ada lima kepala SD, sekarang kelima kepala tersebut sudah tidak mengoperasikan pesawat wifinya karena merugikan.

“Saya sudah berkali-kali menghubungi pengusaha wifi itu untuk dimintai pertanggungjawaban, tapi belum ketemu. Setiap kali ditelepon, teleponnya tidak aktif. Ternyata, saya pun menerima informasi dari kecamatan lain yang mengalami hal serupa seperti yang menimpa kepala SD di Cisewu,” jelas Agus. ***

Komentar

Berita Terkait