GOSIPGARUT.ID — Patung macan yang berdiri di depan markas Koramil 1123 Cisewu, Kabupaten Garut, sempat viral dan menghebohkan jagat maya karena bentuknya yang mungil dan lucu. Karena dianggap tidak sesuai dengan bentuk macan sebagai simbol kegarangan anggota TNI, maka akhirnya patung macan itu pun diganti pada tahun 2017.
Lalu, siapakah pembuat patung macan “humanis” yang pada bagian mulutnya lebih lebar sehingga menyerupai macan yang sedang tertawa itu? Ketika ditanyakan ke anggota Koramil Cisewu, Sabtu (24/4/2021), terungkap yang membuat patung macan tersebut ternyata anggota Koramil Cisewu sendiri yang saat ini sudah pengsiun.
Adalah Atang (63), yang mengakhiri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 2011 dengan pangkat terakhir Sersan Dua. Ia bertugas sebagai anggota Koramil 1123 Cisewu dari tahun 1989 sampai 2011. Sebelumnya, dari tahun 1977 hingga 1989 bertugas di Yon Zipur 3 Dayeuhkolot, Bandung.
Tak banyak kegiatan yang dilakukan Atang selama mengisi masa pensiun, selain bertani. Namun, dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cisewu tahun 2015, ia sempat mencalonkan diri di Pilkades itu dengan tujuan ingin memberikan hal terbaik bagi warga Desa Cisewu dari kemampuannya yang bukan sekedar berkontribusi dalam urusan pertanian.
Sayangnya, harapan mulia untuk membangun dan mensejahterakan warga Desa Cisewu, tidak kesampaian oleh pria kelahiran Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung ini. Pasalnya, pada Pilkades Cisewu tahun 2015 itu Atang kalah dari pemenang Pilkades dengan selisih suara hanya bertaut 16 angka.
“Meski kalah, tetapi saya bangga karena ternyata banyak warga Desa Cisewu yang percaya dan menginginkan untuk dipimpin oleh saya. Bahkan kepercayaan warga tersebut masih besar sampai sekarang. Dengan alasan itulah yang menjadikan saya siap kembali mencalonkan diri pada Pilkades serentak Juni mendatang,” kata ayah dari empat anak itu, Sabtu (24/4/2021).
Dibuat tahun 2011
Kembali pada soal patung macan itu, menurut Atang dibuat pada tahun 2011, atau beberapa hari menjelang pensiun. “Patung macan ini sengaja saya buat sebagai kenang-kenangan bagi korps yang selama 22 tahun telah membesarkan saya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, patung macan itu dibuat selama dua minggu oleh Atang sendiri, tanpa bantuan orang lain. Awalnya, banyak orang yang meremehkan cita-citanya untuk membuat patung macan tersebut. Namun, karena ia terus memaksa agar cita-citanya terwujud, maka akhirnya rekan-rekannya mendukung juga.
Tapi dukungannya hanya berupa sprit saja, tak ada yang memberikan bantuan berupa dana misalnya. Biaya untuk membuat patung mencari sendiri. Meski begitu, Atang sudah bahagia karena dengan spirit rekan-rekannya akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya ingin memiliki buah karyanya di tempat tugasnya.
“Masih terngiang di telinga saya dengan ucapan Pak Dandim waktu itu bahwa sebagai prajurit, apalagi yang bertugas di daerah, harus mempunyai kreatifitas yang hasilnya bisa dikenang oleh orang banyak. Oleh karenanya, meski dengan keterbatasan yang ada, saya memaksakan diri untuk mewujudkan keinginan dalam membuat patung macan itu,” kata Atang.
Ia mengakui, saat membuat patung macan tersebut tidak berpatokan pada gambar macan yang semestinya, melainkan hasil imajinasi pikiran Atang sendiri sehingga melahirkan patung macan yang pada bagian mulutnya lebih lebar menyerupai macan yang sedang tertawa.
Karena bentuk patung macan yang lucu itulah kemudian menimbulkan kehebohan, setelah postingan foto dan video patung macan Cisewu viral di dunia maya.
Berbicara mengenai tekad kerasnya dalam mewujudkan cita-citanya, dikatakan Atang termasuk dalam cita-cita ingin memajukan dan mensejahterakan warga Desa Cisewu. Meskipun dia sempat kalah dalam Pilkades tahun 2015, tak menyiutkan nyalinya untuk kembali bertarung dalam Pilkades mendatang.
“Cita-cita saya tetap ingin membawa perubahan di tengah warga Cisewu ke arah kemajuan, meski usia saya di ambang senja,” tandasnya.
Jika ia terpilih menjadi Kades Cisewu, sambung Atang, ada beberapa prioritas pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan, yaitu membangun pasar desa, kantor desa, dan lapang sepakbola yang ideal. ***



.png)

























