GOSIPGARUT.ID — Dewan Pendidikan Kabupaten Garut turut prihatin atas musibah pergerakan tanah yang terjadi di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Mengingat ada salah satu lembaga pendidikan, yaitu MI Al Khoeriyah, bangunannya menderita kerusakan, pihak Dewan Pendidikan meminta kepada Kemenag untuk segera melakukan langkah-langkah antisipatif agar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan meski dengan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Dalam jangka waktu dekat, insya Allah kami akan ke lokasi bencana bersama unsur terkait yaitu pihak Kemenag Kabupaten Garut,” kata anggota Dewan Pendidikan Garut, Dedi Kurniawan, Selasa (22/12/2020).
Ia juga meminta Pemkab Garut untuk segera melakukan relokasi terhadap semua penduduk yang terdampak termasuk sarana peribadatan dan pendidikan.
“Kepada masyarakat kami minta untuk bisa menjaga dan merawat hutan agar tetap lestari sehingga tidak menimbulkan rawan longsor. Banyaknya terjadi longsor di wilayah selatan, salah satu penyebabnya adalah banyak terjadinya alih fungsi lahan dari kawasan hutan menjadi kawasan pertanian budidaya,” ujar Dedi.
Seperti diberitakan, sebanyak 18 rumah dilaporkan rusak berat akibat bencana pergerakan tanah yang sudah terjadi sejak beberapa hari lalu di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Akibatnya seluruh warga harus mengungsi ke tempat aman untuk menghindari bahaya.
“Berdasarkan laporan 18 rumah rusak berat,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kepada wartawan, Senin (21/12/2020).
Ia menuturkan bencana pergerakan tanah melanda permukiman warga di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, menyebabkan banyak rumah warga rusak seperti retak-retak pada bagian dinding rumah.
Menurut Helmi, kondisi tanah di daerah itu labil sehingga warga yang tinggal di sana harus dievakuasi ke tempat aman dari bahaya bencana pergerakan tanah.
“Kondisi tanah tidak memungkinkan, makanya harus ada relokasi, dan itu perlu dipersiapkan,” katanya.
Helmi menyampaikan Pemkab Garut siap merelokasi rumah warga yang terdampak bencana pergerakan tanah itu ke tempat yang daerahnya dipastikan tidak berada di kawasan rawan bencana.
Sambil menunggu proses relokasi, kata dia, sementara warga yang rumahnya rusak mengungsi dulu, dan pemerintah menyiapkan bantuan darurat untuk kebutuhan pengungsi.
“Daruratnya sudah ditangani,” ujar Helmi.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut pergerakan tanah terjadi di Kampung Ranca Putat, Ciawi, Cilame, Mareme, dan Kampung Cikaroe, Desa Ciroyom sejak Jumat (18/12/2020).
Tercatat 18 rumah rusak berat yang ditempati 82 jiwa dan puluhan rumah terancam rusak. Sementara warga yang rumahnya rusak mengungsi di gedung olahraga desa setempat. (*/Ant)



.png)











