GOSIPGARUT.ID — Di masa pandemi Covid-19, rapid test menjadi hal yang lumrah bagi manusia. Namun, apa jadinya jika hal tersebut diaplikasikan kepada buah dan sayuran? Setidaknya itulah yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Kabupaten Garut.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan setempat, Supriatna mengungkapkan jika rapid test merupakan hal yang tak kalah penting bagi kesehatan buah dan sayuran yang akan dikonsumsi masyarakat.
Menurutnya, serangkaian pengetesan tersebut bisa dijadikan parameter untuk mengetahui jumlah kandungan bahan kimia berbahaya dari buah dan sayuran seperti pestisida, formalin, dan chrolin.
“Rapid Test Kit adalah alat deteksi cepat, tepat, dan akurat untuk pemeriksaan di lapangan atau di laboratorium. Rapid test kit yang digunakan adalah parameter pestisida, formalin, dan chlorin,” ujar Supriatna saat menjelaskan rapid test kit di Kantor DKP, di Jalan Terusan Pahlawan, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, belum lama ini.
Syarat aspek perdagangan adalah terukurnya beragam kandungan dari komoditas yang akan beredar di masyarakat. Sehingga, sayuran dan buah bisa terawasi secara cepat, guna mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
“Rapid test dibaca secara visual, dan bisa memberikan hasil kualitatif atau semi kuantitatif yang sederhana dengan waktu kurang dari 30 menit,” ungkapnya.
Supriyatna melanjutkan, jika melakukan pengecekan rapid test memiliki beberapa keunggulan. Yakni, kondisi komoditas pangan tersebut bisa terukur, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
“Dalam penggunaannya rapid test kit memiliki banyak kelebihan yaitu metode analisa yang lebih cepat, hasil yang didapat langsung dalam satuan konsentrasi yang diinginkan, limbah yang dihasilkan lebih sedikit dan preparasi sampel yang sederhana,” pungkasnya. (Mrdk)

.png)










