oleh

Aplikasi Pencatatan Pelanggaran Protokol Kesehatan Mulai Diterapkan di Garut

GOSIPGARUT.ID — Aplikasi pencatatan pelanggaran (aplikasi Sicaplang) untuk mencatat identitas pelanggar protokol kesehatan mulai diterapkan di Garut. Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum langsung memantau pengawasan penerapan protokol kesehatan di Kota Dodol itu.

Menurut Uu, masih banyak masyarakat yang tak memperhatikan protokol kesehatan. Pemerintah pun meluncurkan Sicaplang untuk mengawasi pelanggar protokol kesehatan.

“Nanti identitasnya akan didata dan tersimpan. Jadi akan ketahuan berapa kali melanggar,” ujar dia saat memantau kegiatan patroli penerapan protokol kesehatan di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Rabu (2/9/2020).

Baca Juga:   Awal Tahun Pelajaran Baru, Disdik Garut Sebar Video Pidato Bupati Rudy ke Seluruh Sekolah

Uu menambahkan, masyarakat yang baru satu kali melanggar protokol kesehatan, akan diberi sanksi ringan berupa teguran. Namun jika dua kali melanggar, akan dikenakan sanksi sosial.

“Kalau sudah tiga kali melanggar, maka sanksinya adalah denda,” tambahnya.

Uu mengklaim, Sicaplang dapat menyimpan data pelanggar protokol kesehatan dengan akurat. Meski pelanggar protokol kesehatan berasal dari luar kota, akan terdata jika melakukan pelanggaran di kota lain.

Baca Juga:   Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Sekolah di Garut Libur 14 Hari

“Jadi pelanggar tidak bisa berbohong. Kalau sudah tiga kali, akan ketahuan dan bakal didenda,” ujarnya.

Dari hasil pemantauannya, masyarakat Garut dinilai sudah cukup disiplin. Meski, masih ada masyarakat yang tak memakai masker.

Puluhan masyarakat yang tak memakai masker pun terjaring. Tak sedikit masyarakat yang memakai kendaraan melaju kencang menghindari petugas.

Baca Juga:   Positif Covid-19 di Garut Bertambah Dua, Total Menjadi Enam Orang

Uu meminta petugas untuk terus memberikan pemahaman dan edukasi terkait pentingnya memakai masker kepada masyarakat. “Penindakan tak akan membuahkan hasil maksimal jika pemahaman masyarakat terkait protokol kesehatan masih rendah,” katanya. ***

Komentar

Berita Terkait