Berita

Nelayan Santolo Tak Bergeming dengan Informasi Bakal Adanya Tsunami

×

Nelayan Santolo Tak Bergeming dengan Informasi Bakal Adanya Tsunami

Sebarkan artikel ini
Nelayan pantai Santolo tetap melaut meski dibayang-bayangi informasi bakal terjadi tsunami. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Berbeda dengan objek wisata pantai Sayangheulang yang jumlah pengunjungnya menurun drastis pascamunculnya informasi akan terjadinya tsunami setinggi 20 meter di sepanjang laut selatan Pulau Jawa, kondisi di pantai Santolo tetap tak bergeming.

Di objek wisata pantai yang masuk ke wilayah Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut ini, jumlah pengunjungnya tetap ramai dan aktifitas nelayan pun tidak terganggu pasca informasi bakal adanya tsunami itu.

Buktinya, pada Rabu (7/10/2020) kesibukan nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI) Cilauteureun tetap berjalan seperti biasa, baik nelayan yang akan pergi mencari ikan maupun yang baru pulang melaut.

Baca Juga:   Tokoh Garut Selatan Usul Skema Baru MBG: Uang Tunai Ganti Makanan Siap Saji

Pengunjung yang datang ke objek wisata pantai Santolo pun tetap normal meski ada penurunan dari sebelum ada informasi akan terjadinya tsunami.

Menurut petugas pintu masuk TPI Cilauteureun, Dirga, dan beberapa rekannya dari Karang Taruna Kecamatan Cikelet, informasi adanya tsunami setinggi 20 meter tidak banyak mempengaruhi aktifitas sehari-hari masyarakat sekitar dan para nelayan.

“Informasi tersebut memang membuat was-was sebagian orang. Namun bagi masyarakat sekitar,informasi tersebut tidak banyak berpengaruh,” ujar dia.

Baca Juga:   BKD Garut Sebut CPNS 2024 Diprioritaskan untuk Lulusan Baru Perguruan Tinggi

Menurut Dirga, jika masyarakat terpaku pada ketakutan ancaman tsunami, otomatis akan mematikan roda perekonomian karena selalu dihantui ketakutan.

“Jika ada gelombang besar atau air pasang pasti ada pemberitahuan dari Lapan, jadi kita tahu dan tetap waspada,” katanya.

Dirga menuturkan, nelayan dan warga di Sekitar TPI Cilauteureun yakin bahwa tsunami tidak akan terjadi di Pameungpeuk. Sebab menurut uga (ceritera turun temurun orangtua), dinamai Cilauteureun juga karena mengandung arti tempat berhentinya air laut.

Baca Juga:   1.500 Relawan "Jokowi Deui" Antusias Sambut Kunjungan Presiden ke Garut

“Kita sering mendengar ceritera orang tua dahulu dan guru-guru kita, bahwa di Pameungpeuk tidak akan ada tsunami kecuali ombak besar, karena Cilauteureun artinya air laut itu berhentinya di sini,” ungkapnya.

Dirga dan rekannya dari perkampungan nelayan meminta siapapun yang berencana mengunjungi Pantai Santolo tidak cemas dan khawatir karena situasi dan kondisi tetap aman. (Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *